News

Andre Rosiade Dorong Percepatan Gardu Induk Ujung Gading, Vital untuk Pelabuhan Teluk Tapang

28 January 2026
14:25 WIB
Andre Rosiade Dorong Percepatan Gardu Induk Ujung Gading, Vital untuk Pelabuhan Teluk Tapang
sumber gambar : news.detik.com
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, kembali menyuarakan pentingnya percepatan pembangunan Gardu Induk (GI) Ujung Gading di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Desakan ini secara khusus bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik yang memadai dan stabil bagi operasional serta pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang, yang juga dikenal sebagai Pelabuhan Air Bangis. Menurut Andre, infrastruktur kelistrikan tersebut merupakan fondasi krusial agar pelabuhan strategis ini dapat berfungsi optimal sebagai pintu gerbang ekonomi dan logistik di wilayah pesisir barat Sumatera. Tanpa dukungan energi yang kuat, potensi besar pelabuhan yang telah direncanakan sejak lama ini tidak akan dapat terealisasi secara maksimal. Pembangunan gardu induk ini menjadi agenda prioritas yang harus segera ditindaklanjuti oleh PT PLN (Persero) agar tidak menghambat kemajuan daerah.

Pelabuhan Teluk Tapang atau Air Bangis memiliki posisi geografis yang sangat strategis, berhadapan langsung dengan Samudera Hindia dan berpotensi menjadi hub logistik penting bagi perdagangan regional. Pengembangan pelabuhan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional, membuka lapangan kerja, serta mempermudah distribusi barang dari dan ke wilayah Sumatera Barat. Berbagai komoditas unggulan daerah, seperti kelapa sawit, karet, dan produk perikanan, dapat diekspor secara lebih efisien melalui pelabuhan modern ini. Namun, operasional pelabuhan modern yang berskala besar mutlak memerlukan infrastruktur pendukung yang kuat, terutama dalam hal pasokan listrik untuk berbagai fasilitas terminal, penerangan, dan sistem logistik otomatis. Keandalan listrik menjadi penentu utama efisiensi dan daya saing pelabuhan di mata investor dan pelaku usaha.

Andre Rosiade menjelaskan bahwa rencana pembangunan Gardu Induk Ujung Gading sebenarnya telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero). Oleh karena itu, ia mendesak agar PLN segera merealisasikan proyek tersebut tanpa penundaan lebih lanjut, mengingat urgensi dukungan energi untuk Pelabuhan Teluk Tapang yang terus berkembang. Anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatera Barat I ini menekankan bahwa koordinasi antara PLN dengan pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya harus diperkuat untuk mengatasi kendala yang mungkin muncul. Ketersediaan lahan dan perizinan harus dipastikan agar proses konstruksi dapat berjalan lancar sesuai target waktu yang ditetapkan. Ia juga mengingatkan bahwa investasi besar di pelabuhan akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan jaminan pasokan listrik yang mencukupi dan stabil dari awal.

Penundaan pembangunan Gardu Induk Ujung Gading dapat menimbulkan dampak domino yang merugikan, mulai dari molornya jadwal operasional pelabuhan hingga hilangnya kepercayaan investor. Tanpa listrik yang handal, fasilitas modern yang mungkin telah dibangun di pelabuhan tidak dapat difungsikan optimal, menghambat aktivitas bongkar muat dan distribusi. Sebaliknya, dengan percepatan proyek ini, Pelabuhan Teluk Tapang dapat segera beroperasi penuh dengan kapasitas maksimal, menarik lebih banyak kapal dan volume perdagangan. Ini akan secara langsung meningkatkan pendapatan daerah dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar Pasaman Barat. Kedaulatan energi di sebuah infrastruktur vital seperti pelabuhan adalah prasyarat mutlak untuk mencapai kemandirian dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Meskipun telah masuk dalam RUPTL, proyek infrastruktur kelistrikan seringkali menghadapi berbagai tantangan, termasuk pembebasan lahan, birokrasi, dan alokasi anggaran yang memadai. Andre Rosiade berharap PLN dapat menyusun skala prioritas yang jelas dan mengerahkan sumber daya yang optimal untuk mempercepat realisasi Gardu Induk Ujung Gading. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN seperti PLN menjadi kunci keberhasilan proyek strategis nasional ini. Ia juga menyarankan agar ada komunikasi transparan mengenai progres proyek kepada publik, khususnya masyarakat Sumatera Barat yang sangat menantikan dampak positif dari pengembangan pelabuhan ini. Pembangunan ini tidak hanya soal teknis, tetapi juga melibatkan aspek sosial-ekonomi yang luas bagi kemajuan regional.

Desakan dari Andre Rosiade ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pihak terkait untuk bersatu padu mewujudkan infrastruktur kelistrikan yang dibutuhkan Pelabuhan Teluk Tapang. Ketersediaan energi listrik yang stabil dan berkelanjutan dari Gardu Induk Ujung Gading adalah jaminan bagi masa depan cerah pelabuhan dan ekonomi Sumatera Barat secara keseluruhan. Dengan demikian, Pelabuhan Teluk Tapang dapat bertransformasi menjadi pusat logistik maritim yang modern dan kompetitif di tingkat regional. Komisi VI DPR akan terus memantau perkembangan proyek ini dan memastikan komitmen PLN dalam merealisasikan rencana tersebut. Keberhasilan proyek ini akan menjadi bukti nyata sinergi antara kebijakan legislatif dan eksekusi pembangunan untuk kesejahteraan rakyat.

Referensi: news.detik.com