News

Antam Bogor Klarifikasi Kepulan Asap di Tambang Emas, Hoaks Ratusan Korban Tewas Dipastikan Palsu

28 January 2026
13:59 WIB
Antam Bogor Klarifikasi Kepulan Asap di Tambang Emas, Hoaks Ratusan Korban Tewas Dipastikan Palsu
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Bogor – Masyarakat Kabupaten Bogor sempat dihebohkan dengan kepulan asap yang berasal dari area tambang emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di wilayah Nanggung, Bogor, Jawa Barat, pada pertengahan Januari 2026. Insiden ini, meskipun sebenarnya bersifat minor, diperparah dengan beredarnya informasi bohong atau hoaks yang menyatakan bahwa tragedi tersebut menewaskan hingga 700 orang. Pihak manajemen PT Antam dengan cepat memberikan klarifikasi, menegaskan bahwa informasi tentang banyaknya korban jiwa adalah tidak benar dan menyesatkan.

Kepulan asap yang terlihat pada tanggal 15 Januari 2026 itu berasal dari aktivitas rutin di salah satu unit pengolahan limbah hasil penambangan yang berada di lokasi. Menurut keterangan resmi dari PT Antam, asap tersebut timbul akibat adanya gangguan teknis minor pada sistem filtrasi udara di instalasi pengolahan tailing. Meskipun terlihat signifikan dari kejauhan, kepulan asap tersebut tidak mengandung bahan berbahaya dalam konsentrasi yang mengancam kesehatan dan segera berhasil dikendalikan oleh tim teknis perusahaan dalam waktu singkat.

Hoaks mengenai 700 orang tewas, yang menyebar luas melalui platform media sosial dan pesan instan, menciptakan kepanikan di kalangan warga sekitar dan netizen. Pihak kepolisian setempat, bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, bergerak cepat untuk membantah klaim tersebut. Mereka menegaskan bahwa tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka akibat insiden kepulan asap di tambang emas Antam, seraya meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Menanggapi insiden dan penyebaran hoaks ini, PT Antam juga telah mengambil langkah-langkah proaktif dengan berkoordinasi erat bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan. Perusahaan telah mengirimkan tim khusus untuk melakukan investigasi mendalam terhadap penyebab pasti gangguan teknis pada sistem filtrasi serta mengevaluasi kembali prosedur operasional standar demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Komitmen terhadap keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan menjadi prioritas utama bagi Antam dalam setiap operasinya.

Kepala Bidang Humas Polres Bogor, Kompol. Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa tim investigasi lapangan tidak menemukan adanya tanda-tanda kerusakan parah atau indikasi kecelakaan kerja fatal di lokasi. Ia mengimbau masyarakat agar selalu mengacu pada informasi resmi dari pihak berwenang atau perusahaan terkait. Penyebaran informasi palsu semacam ini berpotensi menimbulkan keresahan publik dan dapat dikenakan sanksi hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Insiden ini menjadi pengingat penting akan bahaya penyebaran hoaks, terutama dalam situasi yang berkaitan dengan operasional industri dan keselamatan publik. PT Antam menekankan kembali bahwa kegiatan penambangan dan pengolahan emas di Bogor dilakukan dengan standar keamanan dan protokol lingkungan yang ketat. Perusahaan secara berkala melakukan pemantauan dan audit internal untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar.

Dengan adanya klarifikasi resmi dan penanganan cepat dari semua pihak terkait, situasi di sekitar tambang emas Antam Bogor kini telah kembali kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan kritis dalam menerima informasi, serta selalu mencari sumber berita yang kredibel dan terverifikasi untuk menghindari kepanikan yang tidak perlu. Pemerintah daerah dan PT Antam terus berkoordinasi untuk memberikan transparansi informasi kepada publik mengenai setiap perkembangan di lokasi tambang tersebut.

Referensi: www.tribunnews.com