News

Harga Emas di Langsa Sentuh Rp 9,1 Juta per Mayam, Capai Rekor Baru

28 January 2026
14:39 WIB
Harga Emas di Langsa Sentuh Rp 9,1 Juta per Mayam, Capai Rekor Baru
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Harga emas di Kota Langsa, Aceh, dilaporkan telah mencapai level tertinggi baru pekan ini, dengan perhiasan emas murni 99,5 persen ditutup pada angka Rp 9.100.000 per mayam. Kenaikan signifikan ini menarik perhatian masyarakat luas, terutama para investor dan konsumen emas di wilayah tersebut. Fakhrurrazi, pengelola Toko Emas Berkat Jasa Sejahtera di Langsa, mengonfirmasi data ini kepada Serambinews.com, menegaskan bahwa tren peningkatan harga telah terjadi secara konsisten. Angka tersebut menandakan adanya lonjakan harga yang cukup drastis dalam periode waktu yang relatif singkat, mencerminkan dinamika pasar emas yang sedang bergejolak.

Istilah "mayam" merupakan satuan berat tradisional untuk emas yang umum digunakan di beberapa wilayah di Aceh, termasuk Langsa, dengan satu mayam setara sekitar 3,33 gram. Dengan demikian, harga emas murni 99,5 persen di Langsa kini setara dengan lebih dari Rp 2,7 juta per gram. Emas dengan kadar 99,5 persen sangat diminati untuk investasi karena kemurniannya yang tinggi, menjadikannya pilihan utama bagi mereka yang mencari aset pelindung nilai. Kenaikan harga ini secara langsung memengaruhi nilai aset bagi para pemilik emas di wilayah tersebut. Ini juga menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli maupun penjual yang ingin bertransaksi.

Lonjakan harga emas ini memiliki dampak beragam di pasar lokal Langsa. Sebagian masyarakat mungkin memilih untuk menunda pembelian emas, terutama untuk perhiasan, mengingat harganya yang kian mahal dan beban finansial yang ditimbulkan. Namun, di sisi lain, minat terhadap emas sebagai instrumen investasi justru bisa meningkat, didorong oleh persepsi bahwa emas merupakan aset yang tangguh di tengah ketidakpastian ekonomi global. Penjualan emas di toko-toko seperti Berkat Jasa Sejahtera kemungkinan akan mengalami pergeseran pola, dengan lebih banyak transaksi yang bersifat investasi jangka panjang. Konsumen dan investor kini harus mencermati setiap pergerakan harga emas dengan lebih seksama untuk membuat keputusan yang tepat.

Peningkatan harga emas di Langsa tidak terlepas dari tren global yang menunjukkan penguatan harga komoditas logam mulia tersebut secara umum. Berbagai faktor makroekonomi global seringkali menjadi pendorong utama kenaikan harga emas, termasuk kekhawatiran inflasi yang persisten di banyak negara. Di antaranya juga meliputi ketidakpastian geopolitik yang meningkat, pelemahan mata uang global terhadap dolar AS, serta kebijakan suku bunga bank sentral di negara-negara besar. Emas secara historis dipandang sebagai aset 'safe haven' yang nilainya cenderung meningkat ketika pasar finansial lainnya bergejolak, menawarkan perlindungan terhadap volatilitas. Oleh karena itu, lonjakan harga di Langsa adalah cerminan dari dinamika ekonomi global yang lebih luas dan kompleks.

Menurut pengamatan para pelaku pasar lokal, termasuk Fakhrurrazi, tren kenaikan harga emas ini diperkirakan masih akan berlanjut, setidaknya dalam jangka pendek, didorong oleh sentimen pasar yang kuat. Meskipun fluktuasi harga selalu mungkin terjadi sewaktu-waktu, sentimen pasar saat ini cenderung positif terhadap emas sebagai lindung nilai. Para ahli ekonomi dan pengamat pasar juga memprediksi bahwa permintaan emas akan tetap tinggi, didukung oleh daya tarik investasinya yang teruji dari waktu ke waktu. Kondisi ini membuat emas tetap menjadi pilihan menarik bagi individu atau institusi yang ingin mendiversifikasi portofolio mereka dan melindungi nilai kekayaan. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk terus memantau pergerakan harga ini dengan cermat dan mempertimbangkan implikasinya.

Dengan ditutupnya harga emas di Langsa pada angka fantastis Rp 9,1 juta per mayam pekan ini, pasar lokal berada dalam periode yang menarik sekaligus menantang bagi semua pihak. Situasi ini tidak hanya memengaruhi daya beli masyarakat terhadap perhiasan, tetapi juga menegaskan posisi emas sebagai aset investasi yang krusial dalam portofolio keuangan. Kenaikan ini adalah indikator penting dari kondisi ekonomi yang lebih besar, baik di tingkat nasional maupun internasional, yang terus menunjukkan ketidakpastian. Oleh karena itu, para pelaku pasar dan konsumen diharapkan dapat mengambil keputusan finansial yang bijak dan terinformasi dalam menghadapi era harga emas yang terus meningkat ini.

Referensi: aceh.tribunnews.com