News
Harga Perak Antam Melonjak Rp 1.700: Rebound Kuat di Awal Pekan Januari 2026
28 January 2026
14:15 WIB
sumber gambar : kly.akamaized.net
Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menunjukkan penguatan signifikan pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026, setelah mengalami koreksi pada akhir pekan lalu. Logam mulia berwarna putih ini berhasil melambung sebesar Rp 1.700 per gram, memberikan angin segar bagi para investor dan pelaku pasar komoditas. Kenaikan ini menandai awal pekan yang positif dan berpotensi memicu optimisme di tengah fluktuasi pasar yang kerap terjadi. Penguatan harga perak Antam ini juga menjadi indikator awal dari sentimen pasar global terhadap komoditas berharga.
Penguatan sebesar Rp 1.700 tersebut menjadi sorotan utama mengingat besaran kenaikannya yang cukup mencolok dalam satu hari perdagangan. Setelah melewati periode tekanan jual pada Jumat sebelumnya, rebound ini menunjukkan adanya minat beli yang kuat dari investor yang mencari aset safe-haven atau spekulator yang memanfaatkan koreksi. Kenaikan ini membawa harga perak kembali ke level yang lebih atraktif, mendorong banyak pihak untuk memantau pergerakannya lebih lanjut. Pasar saat ini mencermati apakah momentum positif ini dapat bertahan sepanjang pekan, didorong oleh faktor fundamental dan teknikal.
Beberapa faktor diyakini berkontribusi terhadap kenaikan harga perak kali ini. Salah satunya adalah ketidakpastian ekonomi global yang seringkali meningkatkan permintaan akan aset lindung nilai seperti perak dan emas. Selain itu, potensi permintaan industri yang stabil atau bahkan meningkat, terutama dari sektor teknologi dan energi hijau, juga memainkan peran penting. Perak memiliki aplikasi yang luas dalam industri, menjadikannya komoditas dengan permintaan ganda. Spekulasi mengenai kebijakan moneter bank sentral utama dunia juga turut mempengaruhi pergerakan harga komoditas logam.
Sebagai produsen dan penjual logam mulia terkemuka di Indonesia, Antam memiliki peran krusial dalam menentukan benchmark harga perak di pasar domestik. Pergerakan harga perak Antam seringkali menjadi cerminan dari tren pasar internasional, namun juga dipengaruhi oleh dinamika penawaran dan permintaan di dalam negeri. Informasi harga yang transparan dari Antam membantu investor lokal dalam membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi. Konsumen di Indonesia semakin tertarik pada investasi perak, baik sebagai aset jangka panjang maupun sebagai lindung nilai inflasi.
Volatilitas harga adalah karakteristik yang melekat pada pasar komoditas, termasuk perak. Kenaikan tajam setelah koreksi bukanlah fenomena yang asing, melainkan bagian dari siklus pasar yang sehat. Investor dianjurkan untuk tidak hanya terpaku pada pergerakan harian, melainkan melihat tren jangka panjang dan melakukan diversifikasi portofolio. Meskipun perak dikenal lebih fluktuatif dibandingkan emas, potensi keuntungannya juga seringkali lebih besar dalam kondisi pasar tertentu. Manajemen risiko yang baik sangat esensial dalam menghadapi pasar yang dinamis ini.
Para analis pasar memperkirakan bahwa pergerakan harga perak akan terus menjadi perhatian dalam beberapa waktu ke depan. Tekanan inflasi yang masih ada di beberapa negara, diiringi oleh potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi, bisa jadi menjadi pendorong utama bagi investor untuk beralih ke logam mulia. Di sisi lain, jika data ekonomi global menunjukkan pemulihan yang kuat, permintaan industri untuk perak bisa menjadi penopang yang lebih solid. Prospek jangka menengah hingga panjang untuk perak masih terlihat menjanjikan di tengah transisi energi global.
Investor yang tertarik pada perak disarankan untuk memantau data ekonomi makro, perkembangan kebijakan bank sentral, dan sentimen pasar secara keseluruhan. Memahami faktor-faktor pendorong dan penekan harga perak akan sangat membantu dalam merumuskan strategi investasi yang tepat. Pembelian perak, baik dalam bentuk fisik maupun derivatif, memerlukan pemahaman yang mendalam mengenai profil risiko dan tujuan investasi pribadi. Konsultasi dengan perencana keuangan profesional dapat memberikan perspektif berharga.
Dengan rebound yang kuat ini, harga perak Antam berhasil menunjukkan ketahanannya di awal tahun 2026. Kenaikan Rp 1.700 ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari kompleksitas dinamika pasar global dan domestik. Meskipun penguatan ini memberikan optimisme, pasar komoditas tetap akan menjadi arena yang penuh dengan tantangan dan peluang. Oleh karena itu, kewaspadaan dan analisis yang cermat akan selalu menjadi kunci bagi para pelaku pasar untuk menavigasi pergerakan harga logam mulia ini.
Referensi:
www.liputan6.com