News
Longsor Timpa Penambang di Eks Tambang Bangka: Operasi Penyelamatan Dramatis Berlangsung
3 February 2026
09:59 WIB
sumber gambar : bangka.tribunnews.com
Longsoran tanah dahsyat dilaporkan menimbun sejumlah penambang di kawasan eks Tambang Pondi, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, pada Senin siang, 2 Februari 2026. Peristiwa tragis ini segera memicu respons darurat dari berbagai pihak untuk memulai operasi penyelamatan. Kabar mengenai insiden ini menyebar cepat, menimbulkan kekhawatiran mendalam akan keselamatan para korban yang terjebak di bawah reruntuhan material. Lokasi kejadian yang merupakan bekas area penambangan timah menambah kompleksitas dan risiko tinggi dalam upaya evakuasi. Otoritas setempat bersama tim SAR gabungan kini berjibaku melawan waktu untuk menemukan para penambang yang tertimbun.
Menurut laporan awal, bencana longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 13:00 WIB, saat para penambang sedang aktif melakukan kegiatan penambangan ilegal di kedalaman lubang galian. Kondisi tanah yang labil, diperparah oleh kemungkinan curah hujan tinggi beberapa waktu sebelumnya, diduga menjadi pemicu utama ambruknya dinding lubang tambang. Saksi mata di sekitar lokasi kejadian mengaku mendengar suara gemuruh keras sebelum melihat gundukan tanah runtuh menutupi area aktivitas penambangan. Jumlah pasti penambang yang tertimbun belum dapat dipastikan, namun indikasi awal menunjukkan ada beberapa individu yang terjebak. Insiden ini secara tragis menyoroti bahaya laten dari aktivitas penambangan tanpa izin di area bekas tambang.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, TNI, BPBD, dan relawan masyarakat telah dikerahkan ke lokasi untuk memimpin upaya pencarian dan penyelamatan. Kendala medan yang sulit, akses terbatas, serta risiko longsor susulan menjadi tantangan besar bagi para petugas di lapangan. Alat berat seperti ekskavator sedang diupayakan untuk didatangkan guna mempercepat proses pengangkatan material tanah yang menimbun korban. Fokus utama tim adalah untuk secepatnya mengevakuasi para penambang, dengan harapan masih ada korban yang ditemukan dalam kondisi selamat. Koordinasi intensif terus dilakukan antar instansi demi kelancaran operasi penyelamatan yang sangat sensitif ini.
Kawasan Eks Tambang Pondi di Pemali telah lama dikenal sebagai daerah rawan yang seringkali menjadi lokasi penambangan timah ilegal. Meskipun berstatus sebagai area bekas tambang, daya tarik ekonomi dari sisa-sisa cadangan timah mendorong banyak warga untuk mengambil risiko. Lubang-lubang galian yang ditinggalkan seringkali tidak direklamasi dengan baik, meninggalkan struktur tanah yang sangat rentan terhadap erosi dan longsor. Aktivitas penambangan ilegal di lokasi seperti ini seringkali minim standar keselamatan, tanpa pengawasan geologis maupun teknis yang memadai. Kondisi ini secara sistematis menciptakan jebakan maut bagi para pekerja yang mencari nafkah di sana.
Tragedi ini kembali menggarisbawahi urgensi penegakan hukum dan pengawasan yang lebih ketat terhadap praktik penambangan ilegal di Bangka Belitung. Keberadaan ratusan titik bekas tambang yang tidak direklamasi secara benar menjadi bom waktu yang siap meledak kapan saja. Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dituntut untuk mencari solusi komprehensif, tidak hanya represif, namun juga preventif dan edukatif. Program-program pemberdayaan ekonomi alternatif bagi masyarakat penambang juga perlu digalakkan agar mereka tidak lagi bergantung pada sektor yang sangat berisiko ini. Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan ekonomi sesaat.
Kabar duka ini telah menyelimuti Kecamatan Pemali dan sekitarnya, menimbulkan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat lokal. Banyak warga yang memiliki kerabat atau kenalan yang bekerja di sektor penambangan timah informal merasakan ketegangan dan kecemasan. Insiden ini bukan yang pertama kalinya terjadi di wilayah Bangka Belitung, yang memang kaya akan sumber daya timah namun juga dihadapkan pada tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan dan keselamatan kerja. Peristiwa tragis ini juga memicu diskusi lebih luas tentang model ekonomi berkelanjutan bagi daerah penghasil timah. Sudah saatnya ada langkah konkret untuk memutus mata rantai bahaya ini demi masa depan yang lebih aman.
Penjabat Bupati Bangka, mewakili pemerintah daerah, telah menyatakan keprihatinan mendalam atas kejadian ini dan berjanji akan memberikan dukungan penuh bagi operasi penyelamatan. Penyelidikan menyeluruh akan segera dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti longsor dan pihak-pihak yang mungkin bertanggung jawab atas aktivitas ilegal di lokasi. Bupati Bangka diperkirakan akan segera meninjau langsung lokasi kejadian untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Langkah-langkah preventif jangka panjang juga akan menjadi fokus pembahasan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. Komitmen pemerintah dalam melindungi warganya kini diuji melalui penanganan krisis ini.
Musibah longsor di Eks Tambang Pondi adalah pengingat pahit akan harga yang harus dibayar dari praktik penambangan yang tidak bertanggung jawab dan minim pengawasan. Tragedi ini menuntut perhatian serius dari semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat itu sendiri. Upaya kolaboratif harus segera diintensifkan untuk merehabilitasi lahan bekas tambang, mengedukasi masyarakat tentang bahaya, dan menyediakan alternatif mata pencarian yang aman dan berkelanjutan. Hanya dengan tindakan nyata dan terkoordinasi, kita dapat berharap untuk mengakhiri siklus bencana di lokasi penambangan yang rawan ini dan menyelamatkan nyawa para pekerja. Semoga para korban segera ditemukan dan diberikan penanganan terbaik.
Referensi:
bangka.tribunnews.com