News

Banjir Terjang Kota Jambi: Sembilan Kelurahan Terendam, Puluhan KK dan Tiga Sekolah Terdampak

23 July 2026
15:42 WIB
Banjir Terjang Kota Jambi: Sembilan Kelurahan Terendam, Puluhan KK dan Tiga Sekolah Terdampak
jambi.tribunnews.com
Kota Jambi dilanda banjir pada Sabtu (2/5/2026) dini hari setelah diguyur hujan lebat selama beberapa jam. Peristiwa ini menyebabkan setidaknya 47 Kepala Keluarga (KK) di sembilan kelurahan berbeda terpaksa merasakan dampak genangan air di permukiman mereka. Selain rumah warga, tiga institusi pendidikan juga dilaporkan ikut terendam banjir, mengganggu aktivitas belajar-mengajar dan memerlukan upaya pembersihan ekstensif. Bencana alam ini secara signifikan mengganggu ketenangan pagi akhir pekan warga serta menimbulkan kerugian materiil yang tidak sedikit. Pihak berwenang setempat kini tengah melakukan pendataan dan penanganan lebih lanjut terhadap area terdampak.

Genangan air mulai merendam permukiman warga sejak sekitar pukul 03.00 WIB, dengan ketinggian yang bervariasi antara 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi. Kondisi ini membuat sejumlah perabot rumah tangga dan barang berharga lainnya terendam, menyebabkan kerugian bagi para penghuni. Warga di kelurahan seperti Pasir Putih, Rawasari, dan Sijenjang menjadi bagian dari kelompok yang paling merasakan dampaknya secara langsung. Mereka terpaksa sibuk mengevakuasi barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi di tengah kegelapan dini hari. Banyak keluarga juga harus menghadapi gangguan akses jalan yang terputus akibat tingginya genangan air.

Tiga sekolah yang disebutkan terdampak banjir berlokasi di area padat penduduk, menambah kompleksitas masalah yang terjadi. Genangan air masuk hingga ke ruang kelas dan kantor guru, merusak fasilitas serta dokumen penting yang ada di dalamnya. Meskipun hari Sabtu, potensi gangguan kegiatan ekstrakurikuler atau persiapan ujian dapat terhambat oleh kondisi ini. Pihak sekolah diperkirakan akan memerlukan waktu untuk membersihkan lumpur dan memastikan lingkungan belajar kembali aman dan nyaman bagi siswa. Kejadian ini menyoroti kerentanan infrastruktur pendidikan terhadap ancaman banjir musiman.

Penyebab utama banjir dini hari ini adalah intensitas hujan yang sangat tinggi dan berlangsung tanpa henti sejak Jumat malam hingga Sabtu subuh. Curah hujan ekstrem tersebut menyebabkan sistem drainase kota tidak mampu menampung volume air yang melimpah secara tiba-tiba. Selain itu, faktor topografi kota yang memiliki beberapa cekungan serta kemungkinan pendangkalan saluran air juga disinyalir memperparah kondisi genangan. Fenomena hujan lebat yang memicu banjir ini bukan kali pertama terjadi di Kota Jambi, namun skala dampaknya kali ini cukup signifikan. Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang mungkin kembali terjadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi segera mengerahkan tim reaksi cepat ke lokasi terdampak begitu laporan diterima dari masyarakat. Petugas BPBD melakukan survei lapangan untuk memetakan wilayah yang paling parah terkena dampak serta mendata jumlah korban yang membutuhkan bantuan mendesak. Mereka juga berkoordinasi intensif dengan perangkat kelurahan dan kecamatan untuk memastikan informasi yang akurat mengenai kebutuhan mendesak warga. Prioritas utama tim saat ini adalah memastikan keselamatan warga dan memberikan arahan mitigasi awal. Upaya pemantauan terhadap ketinggian air di beberapa titik kritis juga terus dilakukan sepanjang hari untuk memantau perkembangan situasi.

Masyarakat terdampak menunjukkan ketahanan dengan bergotong royong membersihkan lingkungan mereka seiring surutnya air di beberapa area. Beberapa warga memilih untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat yang lebih aman, meskipun sebagian besar tetap bertahan untuk menjaga harta benda mereka dari kerusakan lebih lanjut. Kekhawatiran akan penyakit pasca-banjir seperti diare dan demam berdarah juga mulai muncul di kalangan warga yang terpapar genangan air. Mereka berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan bantuan, terutama dalam penyediaan air bersih dan layanan kesehatan yang memadai. Situasi ini menguji kesabaran dan kebersamaan warga dalam menghadapi musibah yang tidak terduga.

Pemerintah Kota Jambi melalui dinas terkait diharapkan segera mengambil langkah konkret untuk penanganan jangka pendek dan panjang terhadap masalah banjir ini. Peningkatan kapasitas drainase serta normalisasi sungai dan parit menjadi pekerjaan rumah yang harus ditindaklanjuti secara serius dan berkelanjutan. Edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah agar tidak menyumbat saluran air juga perlu digalakkan secara berkesinambungan sebagai upaya preventif. Upaya komprehensif ini sangat penting untuk mengurangi risiko banjir serupa di masa mendatang dan melindungi masyarakat. Koordinasi antar instansi terkait bencana alam menjadi kunci untuk penanganan yang efektif dan terintegrasi.

Meskipun air diperkirakan akan surut secara bertahap seiring berhentinya hujan, dampak jangka panjang dari banjir ini masih perlu diwaspadai oleh semua pihak. Proses pemulihan dan perbaikan fasilitas yang rusak, termasuk infrastruktur dan bangunan sekolah, akan membutuhkan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan pasca-banjir demi mencegah potensi penyebaran penyakit yang sering terjadi setelah bencana. Situasi ini menjadi pengingat penting bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah akan urgensi mitigasi bencana yang komprehensif. Kewaspadaan harus terus ditingkatkan mengingat Jambi memiliki riwayat sering dilanda banjir akibat kondisi geografisnya.

Referensi: jambi.tribunnews.com