Konsensus Kuat Tokoh Masyarakat Pasie Raya: Tolak Tambang demi Lingkungan dan Kesejahteraan Berkelanjutan
28 January 2026
14:14 WIB
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Puluhan tokoh masyarakat dari berbagai gampong di Pasie Raya, Aceh Jaya, kembali menyuarakan penolakan tegas terhadap rencana penambangan di wilayah mereka. Dalam musyawarah besar kedua yang diselenggarakan oleh Aliansi Pasie Raya Peduli, konsensus bulat untuk menolak segala bentuk aktivitas pertambangan kembali ditegaskan. Pertemuan penting ini berlangsung di Gedung Serba Guna Kantor Keuchik Tuwi Kareung, Kecamatan Pasie Raya, pada Minggu (18/1/2026). Sikap konsisten ini menunjukkan komitmen kuat warga untuk melindungi sumber daya alam dan keberlanjutan hidup mereka. Penolakan ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap dampak yang mungkin timbul.
Musyawarah tersebut dihadiri oleh perwakilan keuchik, tuha peut, imam mukim, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga kaum perempuan dari seluruh penjuru Pasie Raya. Mereka berkumpul untuk memperkuat barisan dan menyusun strategi bersama dalam menghadapi potensi ancaman penambangan. Diskusi mendalam membahas berbagai aspek, mulai dari dampak lingkungan hingga sosial ekonomi yang dikhawatirkan akan merugikan masyarakat setempat. Solidaritas yang terjalin erat menjadi fondasi utama gerakan penolakan ini, menunjukkan betapa sentralnya isu ini bagi kehidupan mereka. Setiap peserta menegaskan kembali mandat dari komunitas masing-masing untuk menjaga wilayah adat.
Penolakan ini bukan tanpa alasan kuat, melainkan didasari oleh kekhawatiran serius terhadap kerusakan lingkungan yang tak terpulihkan. Warga khawatir aktivitas penambangan akan mencemari sumber air bersih, merusak lahan pertanian produktif, dan mengancam keanekaragaman hayati yang kaya di Pasie Raya. Hutan yang masih lestari dan sungai-sungai yang jernih merupakan tumpuan utama mata pencarian dan kehidupan masyarakat adat. Pengalaman dari daerah lain yang terdampak tambang menjadi pelajaran berharga bagi mereka untuk mengambil sikap preventif. Mereka bertekad tidak ingin melihat Pasie Raya kehilangan identitas dan keberlangsungannya demi kepentingan sesaat.
Pertemuan kali ini merupakan tindak lanjut dari musyawarah besar pertama yang juga menghasilkan kesepakatan penolakan serupa. Konsistensi dalam menyelenggarakan pertemuan menunjukkan keseriusan dan keteguhan Aliansi Pasie Raya Peduli serta seluruh komponen masyarakat. Sejak awal, masyarakat Pasie Raya telah menyatakan sikap tegas mereka melalui berbagai forum dan deklarasi publik. Proses konsolidasi ini penting untuk memastikan bahwa suara mereka didengar oleh pihak berwenang di tingkat regional maupun nasional. Mereka tidak ingin ada keraguan mengenai kebulatan tekad mereka dalam mempertahankan wilayahnya.
Ketua Aliansi Pasie Raya Peduli, dalam kesempatan tersebut, menegaskan bahwa suara rakyat adalah suara kedaulatan yang harus dihormati. Seluruh peserta bertekad untuk terus mengawal dan menyuarakan aspirasi penolakan ini hingga rencana penambangan sepenuhnya dibatalkan. Mereka siap melakukan langkah-langkah advokasi yang konstitusional dan damai untuk menjaga kelestarian alam dan hak-hak masyarakat adat. Kesepakatan ini diharapkan menjadi pesan kuat bagi investor maupun pemerintah mengenai pentingnya mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Solidaritas antar gampong menjadi kekuatan utama dalam perjuangan ini.
Dengan demikian, musyawarah besar kedua Aliansi Pasie Raya Peduli berhasil mereafirmasi komitmen bulat masyarakat Pasie Raya untuk menolak tambang. Keputusan ini bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang identitas, budaya, dan masa depan generasi mendatang. Warga berharap pemerintah dapat mendengarkan aspirasi mereka dan mengedepankan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan serta berpihak pada rakyat. Penolakan ini adalah wujud nyata dari kecintaan mereka terhadap tanah leluhur dan tekad untuk mewariskan lingkungan yang sehat bagi anak cucu. Masyarakat Pasie Raya akan terus bersatu demi perlindungan wilayahnya dari eksploitasi yang merugikan.