News
Perjalanan Inspiratif Saka Bayu: Dari Awak Kapal Migran Hingga Juragan Kedai Kopi di Ambarawa
26 February 2026
11:26 WIB
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Ambarawa, sebuah kota yang tenang di Jawa Tengah, kini menjadi saksi bisu transformasi inspiratif dari seorang pemuda. Saka Bayu Praditya, nama yang kini identik dengan aroma harum kopi, sebelumnya menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Ia adalah seorang Awak Kapal Perikanan (AKP) migran, melintasi samudra demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Dengan ketekunan luar biasa, Bayu berhasil menyisihkan sebagian besar gajinya untuk mewujudkan mimpi besar. Impian itu kini terwujud dalam bentuk Kedai Kopi Majapahit, sebuah tempat hangat yang berhasil ia bangun di Ambarawa.
Perjalanan Bayu sebagai AKP migran bukanlah profesi yang mudah atau glamor. Hari-harinya dihabiskan di tengah laut lepas, jauh dari keluarga dan kenyamanan daratan, menghadapi kerasnya ombak dan tantangan cuaca ekstrem. Pekerjaan ini menuntut ketahanan fisik dan mental yang luar biasa, seringkali dengan jam kerja yang panjang dan kondisi yang serba terbatas. Namun, di balik semua kesulitan itu, Bayu memiliki visi yang kuat untuk masa depannya, sebuah tujuan yang mendorongnya untuk menabung setiap rupiah dengan disiplin. Ia memahami bahwa pengorbanan saat ini adalah investasi penting untuk kemandiriannya di kemudian hari.
Setelah sekian lama bergelut dengan kehidupan laut, Bayu memutuskan untuk berlabuh dan mengejar minat barunya. Minat terhadap kopi, yang mungkin tumbuh secara bertahap selama perjalanannya atau setelah kembali ke daratan, mulai mendominasi pikirannya. Ia tidak hanya bermimpi memiliki kedai kopi, tetapi juga serius mempelajari seni meracik kopi dari nol. Proses ini melibatkan banyak percobaan, kegagalan, dan pembelajaran tanpa henti tentang berbagai jenis biji kopi serta teknik penyeduhan yang presisi. Ketekunan yang sama saat bekerja di kapal kini dialihkannya untuk menguasai dunia kopi.
Dengan modal yang terkumpul dari hasil jerih payahnya sebagai AKP, Kedai Kopi Majapahit mulai dibangun di Ambarawa. Lokasi di Ambarawa dipilih dengan cermat, berharap dapat menarik pelanggan lokal dan wisatawan yang melintas di kota bersejarah tersebut. Proses pembangunan kedai tentu tidak luput dari berbagai tantangan, mulai dari perizinan hingga desain interior yang mencerminkan identitasnya. Namun, dengan semangat membara dan komitmen yang kuat, Bayu berhasil menyelesaikan proyek ini dan membuka pintu kedainya untuk umum. Kedai ini tidak hanya menyajikan kopi berkualitas, tetapi juga menjadi simbol nyata dari tekad dan keberanian.
Kedai Kopi Majapahit dengan cepat menjadi salah satu tujuan favorit di Ambarawa, menarik perhatian dengan aroma kopi yang khas dan cerita inspiratif di baliknya. Keberhasilan Saka Bayu tidak hanya memberinya kemandirian finansial, tetapi juga memberikan inspirasi bagi banyak pemuda lainnya di daerah tersebut. Ia membuktikan bahwa dengan tekad dan kerja keras yang tulus, latar belakang apapun tidak menjadi penghalang untuk mencapai impian besar. Penamaan "Majapahit" sendiri mungkin menyimpan filosofi tentang kebesaran masa lalu yang diharapkan dapat tercermin dalam kualitas dan layanan kedainya. Kedainya kini menjadi tempat berkumpul yang hangat dan penuh cerita, menghidupkan kembali semangat kewirausahaan lokal.
Kisah Saka Bayu Praditya adalah pengingat kuat akan kekuatan mimpi dan pengorbanan yang dilakukan demi masa depan lebih baik. Dari dek kapal penangkap ikan hingga di balik mesin espresso, perjalanannya merupakan bukti nyata etos kerja yang tak kenal lelah dan keberanian untuk mengubah nasib. Kedai Kopi Majapahit kini bukan hanya sekadar tempat ngopi, melainkan monumen hidup atas keberanian untuk berubah dan mengejar passion. Bayu terus berinovasi dan berencana mengembangkan kedainya, memastikan setiap cangkir kopi membawa cerita inspiratif dari Ambarawa. Keberhasilan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menginspirasi lebih banyak orang untuk berani melangkah meraih impian mereka.
Referensi:
jateng.tribunnews.com