News

Perminas Resmi Dibentuk, Siap Kelola Harta Karun Mineral Strategis Indonesia

3 February 2026
09:12 WIB
Perminas Resmi Dibentuk, Siap Kelola Harta Karun Mineral Strategis Indonesia
sumber gambar : akcdn.detik.net.id
Jakarta, 28 Januari 2026 – Pemerintah Indonesia secara resmi telah membentuk Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang strategis. Pembentukan Perminas ini menandai langkah ambisius negara dalam mengelola dan memaksimalkan potensi sumber daya mineralnya, terutama aset-aset berharga yang menjadi incaran dunia. Dengan mandat khusus, Perminas diharapkan mampu menjadi tulang punggung dalam upaya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah mineral Indonesia di kancah global.

Kehadiran Perminas tidak terlepas dari visi pemerintah untuk memastikan kedaulatan atas sumber daya alam yang melimpah, khususnya mineral-mineral kritis dan strategis. BUMN ini didirikan dengan tujuan utama untuk mengoptimalkan pengelolaan aset tambang, meningkatkan investasi di sektor mineral, serta mendorong transfer teknologi dan keahlian lokal. Langkah ini dipandang krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mempersiapkan Indonesia menghadapi tantangan energi serta teknologi masa depan.

Salah satu fokus utama yang disinyalir akan digarap Perminas adalah tambang emas Martabe di Sumatera Utara, yang dikenal memiliki cadangan signifikan dan menarik perhatian investor global. Konsesi tambang emas ini, yang sebelumnya terkait dengan Agincourt Resources dan memiliki afiliasi dengan PT United Tractors Tbk (UNTR) melalui anak usahanya, berpotensi menjadi salah satu target strategis Perminas. Wacana mengenai pengambilalihan atau restrukturisasi kepemilikan konsesi ini telah lama bergulir, sejalan dengan semangat penguasaan sumber daya alam oleh negara.

Selain emas, Perminas juga diperkirakan akan memprioritaskan pengelolaan logam tanah jarang (LTJ), yang merupakan 'harta karun' krusial bagi industri berteknologi tinggi seperti elektronik, kendaraan listrik, dan pertahanan. Permintaan global akan LTJ terus meningkat pesat, menjadikan keberadaan sumber daya ini di Indonesia sebagai aset strategis yang tak ternilai. Pengelolaan yang terintegrasi di bawah Perminas diharapkan dapat memastikan pasokan yang stabil dan harga yang kompetitif di pasar internasional.

Dalam menjalankan misinya, Perminas kemungkinan besar akan bersinergi dengan entitas lain, termasuk Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara yang dipimpin oleh Dony Oskaria. Keterlibatan BPI Danantara dapat memfasilitasi pendanaan dan kemitraan strategis yang diperlukan untuk proyek-proyek pertambangan berskala besar. Kerja sama ini penting untuk memastikan keberlanjutan investasi dan pengembangan infrastruktur yang mendukung operasi Perminas.

Pembentukan Perminas ini juga dapat mengubah peta persaingan di industri pertambangan nasional, berpotensi memengaruhi entitas BUMN lain seperti PT Antam Tbk dan holding pertambangan MIND ID. Perminas diharapkan dapat melengkapi dan memperkuat ekosistem pertambangan BUMN, fokus pada aset-aset yang memiliki nilai strategis tinggi dan dampak ekonomi yang luas. Sinergi antar-BUMN akan menjadi kunci untuk mencapai efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan sumber daya mineral.

Meskipun memiliki potensi besar, Perminas juga akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebutuhan modal besar untuk eksplorasi dan eksploitasi, pengembangan teknologi hilirisasi, serta isu-isu lingkungan dan sosial yang kompleks. Pengambilan keputusan yang cermat dan strategi bisnis yang adaptif akan menjadi penentu keberhasilan Perminas dalam mewujudkan visinya sebagai pemain global di sektor mineral. Pemerintah berkomitmen penuh untuk mendukung Perminas melalui kerangka regulasi dan dukungan kebijakan yang kondusif.

Secara keseluruhan, pendirian Perminas merupakan lompatan signifikan bagi Indonesia dalam mengamankan masa depan ekonominya melalui pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terarah dan berdaulat. Dengan fokus pada mineral strategis dan dukungan penuh dari pemerintah, Perminas berpotensi besar untuk mengangkat nilai kekayaan alam Indonesia, menjadikannya pemain kunci dalam rantai pasok mineral global, dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa dalam jangka panjang.

Referensi: finance.detik.com