News

PTFI Tegaskan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Pilar Utama Nilai Perusahaan di BK3N 2026

28 January 2026
14:42 WIB
PTFI Tegaskan Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Pilar Utama Nilai Perusahaan di BK3N 2026
sumber gambar : cenderawasihpos.jawapos.com
PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmen kuatnya terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai pilar utama nilai perusahaan. Hal ini disampaikan oleh Tony Wenas dalam rangka peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (BK3N) tahun 2026, yang diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia. Menurut Wenas, peringatan ini bukan hanya sekadar menjalankan amanat nasional atau memenuhi regulasi yang berlaku. Lebih dari itu, momentum BK3N menjadi cerminan nyata dari upaya PTFI untuk menjadikan keselamatan dan kesehatan sebagai fondasi yang tak terpisahkan dari setiap lini operasional. Komitmen ini menunjukkan bahwa aspek K3 telah meresap ke dalam budaya kerja dan menjadi prioritas tertinggi dalam setiap pengambilan keputusan di perusahaan.


Pernyataan Tony Wenas menggarisbawahi bahwa bagi PTFI, keselamatan bukan hanya kewajiban yang harus dipatuhi, melainkan sebuah investasi jangka panjang dalam keberlanjutan bisnis dan kesejahteraan seluruh karyawan. Menjadikan K3 sebagai "corporate value" berarti prinsip-prinsip keselamatan terintegrasi penuh ke dalam strategi bisnis, perencanaan operasional, dan evaluasi kinerja. Pendekatan ini memastikan bahwa faktor risiko diidentifikasi dan dikelola secara proaktif sejak tahap awal setiap proyek atau kegiatan. Filosofi ini mencerminkan pemahaman mendalam bahwa lingkungan kerja yang aman dan sehat adalah prasyarat mutlak untuk mencapai produktivitas optimal dan kinerja yang berkelanjutan. Oleh karena itu, PTFI secara konsisten berupaya menciptakan standar K3 yang melebihi ekspektasi industri.


Untuk mewujudkan komitmen tersebut, PTFI menerapkan berbagai program dan kebijakan K3 yang ketat dan komprehensif di seluruh area operasionalnya. Perusahaan secara rutin menyelenggarakan pelatihan keselamatan berkala bagi seluruh karyawan dan kontraktor, memastikan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk bekerja secara aman. Investasi besar juga dialokasikan untuk penyediaan peralatan pelindung diri (APD) berstandar internasional serta teknologi keselamatan canggih. Selain itu, sistem manajemen risiko dan prosedur tanggap darurat terus disempurnakan demi meminimalkan potensi bahaya dan mempercepat respons dalam situasi kritis. Pendekatan proaktif ini menjadi kunci dalam menjaga lingkungan kerja yang aman.


Lebih dari sekadar prosedur, PTFI berupaya keras membangun budaya keselamatan yang kuat dan partisipatif di kalangan pekerjanya. Setiap individu di perusahaan didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keselamatan diri sendiri dan rekan kerjanya, menciptakan rasa kepemilikan bersama terhadap isu K3. Mekanisme pelaporan insiden dan potensi bahaya diterapkan secara transparan, mendorong karyawan untuk tidak ragu melaporkan setiap kondisi yang berisiko. Melalui komunikasi yang efektif dan kampanye internal berkelanjutan, PTFI menanamkan nilai-nilai keselamatan sehingga menjadi bagian intrinsik dari cara berpikir dan bertindak setiap hari. Ini menciptakan lingkungan di mana keselamatan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas manajemen.


Komitmen PTFI terhadap K3 juga menempatkannya sebagai salah satu tolok ukur dalam industri pertambangan nasional. Dengan menjadikan K3 sebagai inti dari nilai korporasi, perusahaan tidak hanya memenuhi standar nasional tetapi juga berambisi untuk menjadi pelopor dalam praktik keselamatan terbaik. Peringatan BK3N 2026 menjadi momentum untuk mengukuhkan kembali visi ini, bukan hanya sebagai perayaan formal, melainkan sebagai pengingat akan pentingnya implementasi K3 yang konsisten dan berkelanjutan. Langkah ini menunjukkan dedikasi PTFI dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi seluruh insan perusahaan serta para mitra kerja. Hal ini sekaligus menjadi contoh bagi perusahaan lain di sektor serupa untuk menjadikan K3 sebagai prioritas utama.


Dengan pendekatan yang menyeluruh dan terintegrasi ini, PTFI meyakini bahwa aspek keselamatan dan kesehatan kerja akan terus menjadi fondasi kuat yang menopang keberlanjutan operasionalnya di masa depan. Komitmen yang diungkapkan oleh Tony Wenas ini menegaskan bahwa masa depan perusahaan bergantung pada sejauh mana kesejahteraan dan keamanan pekerjanya terjamin. Melalui upaya yang tiada henti dalam meningkatkan standar K3, PTFI tidak hanya melindungi aset manusianya yang paling berharga, tetapi juga membangun reputasi sebagai perusahaan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada nilai. Ini adalah visi jangka panjang yang memberi manfaat bagi semua pemangku kepentingan, dari karyawan hingga masyarakat luas.

Referensi: cenderawasihpos.jawapos.com