News

Antam Pongkor Tegas Bantah Hoaks 700 Pekerja Terjebak di Area Tambang

28 January 2026
13:58 WIB
Antam Pongkor Tegas Bantah Hoaks 700 Pekerja Terjebak di Area Tambang
sumber gambar : mediaindonesia.gumlet.io
Manajemen PT Aneka Tambang Unit Bisnis Penambangan Emas (UBPE) Pongkor secara resmi membantah informasi yang beredar luas mengenai 700 orang terjebak di area pertambangannya. Pihak Antam Pongkor dengan tegas menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks. Pernyataan ini disampaikan untuk menanggapi kekhawatiran publik yang muncul akibat penyebaran isu tersebut di berbagai platform media sosial dan pesan berantai. Klarifikasi cepat ini bertujuan untuk meredakan kepanikan dan meluruskan fakta di tengah derasnya arus informasi. Perusahaan menekankan pentingnya verifikasi sumber berita sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi.

Isu mengenai ratusan orang yang terjebak ini mulai menyebar luas dan menciptakan kegaduhan di kalangan masyarakat, khususnya mereka yang memiliki kerabat bekerja di lokasi tersebut. Meskipun rincian awal penyebaran hoaks ini masih dalam penelusuran, pola penyebarannya seringkali memanfaatkan isu sensitif terkait keselamatan kerja di lingkungan tambang. Kekhawatiran akan potensi insiden di area pertambangan memang selalu menjadi perhatian utama, sehingga informasi palsu semacam ini dapat dengan mudah memicu reaksi berantai. Manajemen segera mengambil langkah responsif untuk mengidentifikasi dan menghentikan penyebaran narasi menyesatkan ini. Situasi ini menunjukkan betapa krusialnya peran informasi akurat dalam menjaga ketenangan publik.

Dalam keterangan resminya, perwakilan manajemen PT Antam UBPE Pongkor menegaskan bahwa seluruh aktivitas operasional berjalan normal dan tidak ada insiden signifikan yang menyebabkan pekerja terjebak. Mereka secara berkala melakukan pengecekan dan audit terhadap sistem keamanan serta jumlah pekerja yang masuk dan keluar area tambang. Prosedur standar operasional (SOP) keselamatan tambang juga selalu diterapkan dengan ketat untuk memastikan tidak ada celah bagi insiden serius. Setiap pergerakan personel di dalam area tambang tercatat dengan sistematis, sehingga klaim adanya 700 orang terjebak adalah mustahil terjadi tanpa terdeteksi. Pihak perusahaan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita yang tidak jelas sumbernya.

Penyebaran hoaks semacam ini tidak hanya menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di masyarakat, tetapi juga dapat merugikan reputasi perusahaan dan mengganggu stabilitas operasional. Informasi palsu dapat mengikis kepercayaan publik terhadap industri pertambangan dan memicu spekulasi negatif yang tidak berdasar. Bagi para pekerja, isu ini berpotensi menurunkan semangat kerja dan menciptakan kekhawatiran yang tidak perlu di antara keluarga mereka. Antam Pongkor menyayangkan adanya pihak-pihak yang sengaja menyebarkan berita bohong tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap banyak orang. Oleh karena itu, langkah tegas untuk menanggapi dan meluruskan informasi menjadi prioritas utama manajemen.

Sebagai salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia, PT Antam UBPE Pongkor memiliki standar keamanan yang sangat tinggi dan komprehensif. Sistem pemantauan terpusat dan protokol evakuasi darurat selalu disiagakan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan risiko di lokasi pertambangan. Seluruh pekerja wajib mengikuti pelatihan keselamatan rutin dan memahami prosedur tanggap darurat yang berlaku. Pencatatan kehadiran dan lokasi pekerja dilakukan secara digital dan real-time untuk memastikan setiap individu aman dan terlacak sepanjang waktu kerja mereka. Komitmen terhadap keselamatan kerja adalah prinsip utama yang tidak dapat ditawar, sehingga klaim terjebaknya ratusan orang sangat bertentangan dengan praktik yang ada.

Antam Pongkor secara terbuka mengajak masyarakat dan media untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif dan berpotensi menimbulkan keresahan. Perusahaan menyediakan saluran komunikasi resmi yang dapat diakses publik untuk mengonfirmasi kebenaran suatu informasi. Pihak manajemen juga mengingatkan bahwa penyebaran berita bohong dapat dikenakan sanksi hukum sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia. Kerjasama dari semua pihak, termasuk pengguna media sosial, sangat diharapkan untuk meminimalisir dampak negatif dari hoaks yang merugikan. Transparansi informasi dari sumber yang kredibel adalah kunci untuk melawan disinformasi yang merajalela.

Dengan klarifikasi resmi dari PT Antam UBPE Pongkor ini, diharapkan masyarakat tidak lagi mempercayai atau menyebarkan informasi palsu mengenai pekerja yang terjebak di area tambang. Perusahaan terus berkomitmen untuk menjalankan operasional pertambangan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja dan tanggung jawab sosial. Pentingnya literasi media dan kecermatan dalam mencerna berita menjadi semakin relevan di era digital saat ini yang dipenuhi berbagai informasi. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan bahaya hoaks dan urgensi untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang valid. Antam Pongkor akan terus memantau situasi dan siap memberikan informasi terbaru jika ada perkembangan relevan yang perlu diketahui publik.

Referensi: mediaindonesia.com