News

Indonesia Resmi Pimpin Komando Asap ASEAN: Sekretariat ACC THPC Jakarta Pusat Kendali Regional

23 July 2026
15:13 WIB
Indonesia Resmi Pimpin Komando Asap ASEAN: Sekretariat ACC THPC Jakarta Pusat Kendali Regional
mediaindonesia.com
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, secara resmi meresmikan Sekretariat ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC) di Jakarta pada hari Kamis, menandai babak baru dalam perjuangan kawasan menghadapi polusi asap lintas batas.
Peresmian ini menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah sekaligus pemimpin pusat komando regional yang strategis dalam mengatasi ancaman kabut asap tahunan.
Sekretariat ini diharapkan menjadi tulang punggung operasional bagi koordinasi dan respons cepat di antara negara-negara anggota ASEAN.
Langkah monumental ini menegaskan kembali komitmen kuat Indonesia dan seluruh anggota ASEAN untuk mencapai visi kawasan bebas asap.
Melalui fasilitas baru ini, upaya kolektif akan diintensifkan demi perlindungan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Sebagai pusat komando regional, ACC THPC akan memegang peran krusial dalam memonitor, menganalisis, dan mengkoordinasikan respons terhadap potensi serta kejadian kabut asap lintas batas di seluruh wilayah ASEAN.
Fungsinya tidak hanya terbatas pada respons darurat, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang menjadi akar masalah.
Sekretariat ini akan memfasilitasi pertukaran informasi secara real-time antarnegara anggota, termasuk data titik panas, pergerakan asap, dan prakiraan cuaca.
Penggunaan teknologi canggih seperti citra satelit dan sistem informasi geografis akan menjadi alat utama dalam strategi pengawasan tersebut.
Koordinasi yang efektif diharapkan mampu mengurangi waktu tanggap dan dampak negatif dari kejadian kabut asap secara signifikan.

Isu kabut asap lintas batas telah menjadi tantangan berulang bagi kawasan Asia Tenggara selama beberapa dekade, menyebabkan kerugian besar bagi kesehatan publik, ekonomi, dan lingkungan.
Jutaan penduduk di berbagai negara seringkali terpapar udara yang tidak sehat, memicu berbagai penyakit pernapasan dan penurunan kualitas hidup secara drastis.
Kerugian ekonomi juga tidak kalah signifikan, meliputi gangguan sektor pariwisata, pertanian, transportasi udara, serta biaya perawatan kesehatan yang membengkak.
Oleh karena itu, keberadaan ACC THPC menegaskan bahwa penanganan masalah ini memerlukan pendekatan regional yang terpadu dan berkelanjutan, bukan sekadar upaya individual negara.
Kerja sama yang erat akan menjadi kunci untuk mencapai solusi jangka panjang dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Menteri Hanif Faisol Nurofiq dalam pidatonya menekankan pentingnya komitmen bersama dari semua negara anggota ASEAN untuk mendukung operasional ACC THPC.
Beliau menyatakan bahwa Indonesia, sebagai negara yang juga sering terdampak dan menjadi sumber karhutla, memiliki tanggung jawab besar dalam memimpin upaya kolektif ini.
Hanif Faisol menyoroti perlunya pendekatan preventif yang lebih kuat, termasuk penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pembakaran lahan ilegal.
Peningkatan kesadaran masyarakat dan pemberdayaan komunitas lokal dalam pencegahan karhutla juga menjadi agenda utama yang harus didorong.
"Sekretariat ini bukan hanya tentang merespons bencana, tetapi lebih jauh lagi, tentang membangun ketahanan jangka panjang kawasan kita dari ancaman kabut asap," tegas Hanif.

Strategi operasional ACC THPC tidak hanya fokus pada respons cepat, tetapi juga mencakup program jangka panjang untuk mencapai tujuan "ASEAN Haze-Free 2020," yang kini diperbarui dengan target yang lebih ambisius.
Program-program tersebut melibatkan peningkatan kapasitas bagi para pemadam kebakaran dan aparat penegak hukum di negara anggota melalui pelatihan dan transfer pengetahuan.
Selain itu, pusat ini akan mendorong penelitian dan pengembangan teknologi baru untuk deteksi dini dan mitigasi karhutla yang lebih efektif.
Harmonisasi kebijakan dan regulasi terkait pengelolaan lahan di tingkat regional juga menjadi salah satu agenda penting yang akan diadvokasi oleh Sekretariat.
Dengan demikian, ACC THPC dirancang untuk menjadi katalisator bagi transformasi menyeluruh dalam pengelolaan risiko bencana asap di Asia Tenggara.

Peresmian Sekretariat ACC THPC di Jakarta ini merupakan pencapaian penting dan simbol dari kemauan politik kolektif negara-negara ASEAN untuk mengatasi salah satu masalah lingkungan paling mendesak di kawasan.
Ini adalah manifestasi dari prinsip solidaritas dan kerja sama yang menjadi fondasi ASEAN dalam menghadapi tantangan bersama.
Dengan infrastruktur dan komitmen yang kuat, harapan untuk mewujudkan Asia Tenggara yang bebas dari polusi asap lintas batas semakin besar.
Keberhasilan pusat komando ini akan sangat bergantung pada partisipasi aktif dan dukungan berkelanjutan dari setiap negara anggota.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan masa depan yang lebih sehat, aman, dan lestari bagi seluruh masyarakat di Asia Tenggara.

Referensi: mediaindonesia.com