Kejagung Ungkap Penyelidikan Dugaan Korupsi Manipulasi Pajak Melibatkan Eksekutif Djarum
28 January 2026
11:45 WIB
sumber gambar : media.suara.com
Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung) pada Rabu, 14 Januari 2026, mengonfirmasi bahwa pihaknya masih terus mengusut dugaan kasus korupsi manipulasi pajak yang menyeret salah satu eksekutif dari perusahaan rokok terkemuka, Djarum.
Penyelidikan ini telah menyebabkan diterbitkannya surat cekal atau pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap individu yang bersangkutan.
Langkah tegas ini menunjukkan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas praktik culas yang merugikan keuangan negara, terutama terkait sektor perpajakan.
Kasus ini menarik perhatian publik luas mengingat reputasi besar perusahaan yang terlibat serta potensi kerugian negara yang signifikan.
Kejagung bertekad untuk menuntaskan penyidikan secara transparan dan profesional demi tegaknya supremasi hukum.
Pencegahan bepergian ke luar negeri atau cekal merupakan prosedur standar dalam penanganan kasus-kasus pidana, khususnya yang melibatkan tokoh penting atau potensi pelarian tersangka.
Tindakan ini diterapkan untuk memastikan bahwa individu yang sedang dalam penyelidikan tetap berada di dalam yurisdiksi hukum Indonesia dan kooperatif selama proses hukum berjalan.
Cekal terhadap eksekutif Djarum ini diyakini telah dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan bukti awal yang cukup kuat untuk mendalami keterlibatan individu tersebut dalam dugaan manipulasi pajak.
Kejagung memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku serta prinsip kehati-hatian.
Dugaan korupsi manipulasi pajak ini diduga melibatkan berbagai modus operandi canggih untuk mengurangi kewajiban pajak perusahaan secara ilegal.
Praktik seperti penggelembungan biaya (mark-up), transaksi fiktif, hingga penyembunyian aset menjadi beberapa indikasi awal yang tengah didalami penyidik.
Manipulasi pajak semacam ini tidak hanya berdampak pada hilangnya potensi pendapatan negara, tetapi juga menciptakan iklim persaingan usaha yang tidak sehat.
Kejagung saat ini fokus pada pengumpulan alat bukti, termasuk dokumen keuangan, laporan audit, serta keterangan dari sejumlah saksi kunci yang relevan.
Penyidik juga tidak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam skema kejahatan ekonomi yang kompleks ini.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung menegaskan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal dan bersifat sangat rahasia untuk menjaga integritas proses hukum.
Pihaknya enggan memberikan detail lebih lanjut mengenai identitas spesifik eksekutif Djarum yang dicekal demi asas praduga tak bersalah dan kelancaran investigasi.
Namun demikian, publik diyakinkan bahwa Kejagung akan bekerja keras untuk mengungkap seluruh fakta di balik dugaan manipulasi pajak ini secara tuntas.
Kerugian negara yang diakibatkan oleh korupsi pajak dapat mencapai triliunan rupiah, sehingga penanganan kasus ini menjadi prioritas utama.
Kejagung juga berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana yang mencurigakan.
Kasus ini menambah daftar panjang upaya Kejaksaan Agung dalam memberantas kejahatan ekonomi yang merugikan negara, khususnya di sektor perpajakan dan keuangan.
Sebelumnya, Kejagung telah berhasil mengungkap beberapa kasus besar terkait korupsi di berbagai sektor yang melibatkan kerugian negara fantastis.
Penyelidikan terhadap eksekutif Djarum ini menjadi bukti bahwa aparat penegak hukum tidak pandang bulu dalam menindak pelaku kejahatan, terlepas dari status sosial atau kekuatan ekonomi mereka.
Pemerintah melalui berbagai institusi terus menggalakkan kepatuhan pajak sebagai tulang punggung pembangunan nasional.
Pengusutan tuntas kasus ini diharapkan dapat memberikan efek jera serta meningkatkan kesadaran wajib pajak untuk selalu patuh pada peraturan yang berlaku.
Dalam perkembangannya, Kejaksaan Agung diperkirakan akan segera memanggil sejumlah saksi lain untuk dimintai keterangan guna memperkuat alat bukti.
Tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka jika bukti-bukti yang terkumpul sudah memenuhi unsur pidana yang kuat dan sah.
Masyarakat diharapkan dapat terus mengikuti perkembangan kasus ini dengan tenang dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
Kejagung berkomitmen untuk membawa setiap pelaku kejahatan ke meja hijau dan memastikan keadilan ditegakkan tanpa kompromi.
Kasus dugaan korupsi manipulasi pajak ini akan menjadi ujian bagi sistem peradilan pidana Indonesia dalam menghadapi kejahatan ekonomi skala besar yang terstruktur.