News

Kepala Danantara Buka Suara soal Isu Akuisisi Tambang Martabe oleh BUMN Perminas

3 February 2026
09:49 WIB
Kepala Danantara Buka Suara soal Isu Akuisisi Tambang Martabe oleh BUMN Perminas
sumber gambar : jpnn.com
JAKARTA – Spekulasi mengenai pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru bernama Perminas dan potensi akuisisi Tambang Emas Martabe semakin meluas di kalangan publik dan pelaku ekonomi. Isu strategis ini kemudian mendapatkan tanggapan resmi dari Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani. Pernyataan Rosan menjadi sorotan mengingat posisi Danantara yang sangat krusial dalam mengelola dan mengoptimalkan aset-aset strategis negara. Pemerintah sendiri tengah gencar melakukan restrukturisasi dan pembentukan entitas baru untuk memperkuat penguasaan sektor-sektor vital.

Rosan Roeslani, dalam tanggapannya, menegaskan bahwa segala bentuk kajian terkait pengelolaan aset-aset vital negara, termasuk potensi pembentukan BUMN baru seperti Perminas, selalu melalui proses yang komprehensif dan terukur. Beliau menekankan pentingnya studi kelayakan yang mendalam, pertimbangan ekonomi, serta dampak sosial dan lingkungan sebelum suatu keputusan strategis diambil. Penjelasan ini bertujuan untuk meredam spekulasi yang berkembang pesat dan memberikan kepastian kepada pasar serta investor. Danantara memiliki peran sentral dalam memastikan bahwa setiap investasi dan divestasi berjalan sesuai koridor hukum dan memberikan manfaat maksimal bagi bangsa.

Isu pembentukan Perminas sendiri mencuat sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat kendali atas sumber daya strategis, khususnya di sektor pertambangan. Konsep Perminas diyakini akan mirip dengan entitas BUMN lain yang fokus pada pengelolaan cadangan mineral dan energi nasional. Langkah ini merupakan kelanjutan dari visi besar pemerintah dalam menciptakan kemandirian ekonomi dan meningkatkan nilai tambah dari kekayaan alam Indonesia. Pembentukan BUMN baru seringkali menjadi instrumen untuk mencapai tujuan tersebut, meskipun memerlukan persiapan matang dan perencanaan jangka panjang.

Tambang Martabe, yang terletak di Sumatera Utara, adalah salah satu tambang emas dan perak terbesar di Indonesia dengan cadangan yang signifikan. Sejak beroperasi, Martabe telah menjadi kontributor penting bagi perekonomian regional dan nasional. Potensi akuisisi oleh BUMN, jika benar terjadi, akan menandai pergeseran besar dalam kepemilikan dan pengelolaan aset strategis tersebut. Perubahan kepemilikan ini tentu akan memiliki implikasi luas, tidak hanya bagi operasional tambang tetapi juga bagi para pemangku kepentingan, termasuk karyawan dan masyarakat sekitar.

Rosan Roeslani lebih lanjut menjelaskan bahwa Danantara sebagai lembaga pengelola investasi negara memiliki mandat untuk meninjau secara cermat setiap peluang yang dapat meningkatkan nilai aset negara. Beliau menggarisbawahi bahwa fokus utama adalah pada penciptaan nilai jangka panjang dan sinergi antar-BUMN untuk efisiensi yang lebih baik. Kebijakan investasi yang dilakukan Danantara selalu berlandaskan pada prinsip kehati-hatian dan transparansi. Setiap kebijakan atau rencana besar yang menyangkut aset nasional akan selalu dipertimbangkan secara matang oleh berbagai pihak terkait.

Lebih dari itu, wacana konsolidasi atau pembentukan BUMN baru di sektor pertambangan merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengoptimalkan hilirisasi dan menambah nilai produk di dalam negeri. Pemerintah berharap dengan penguasaan yang lebih kuat terhadap sumber daya alam, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada fluktuasi harga komoditas global. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan negara, serta memperkuat posisi Indonesia di kancah industri pertambangan global. Strategi ini memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan kelancaran implementasinya.

Dengan demikian, pernyataan Rosan Roeslani dapat diartikan sebagai upaya untuk mengklarifikasi posisi pemerintah di tengah derasnya arus informasi. Beliau menekankan bahwa segala keputusan strategis akan diumumkan secara resmi setelah melalui tahapan kajian yang lengkap dan matang. Publik dan pelaku pasar diminta untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait perkembangan isu ini. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam setiap langkah strategis yang diambil pemerintah untuk pengelolaan aset negara yang lebih baik di masa depan.

Referensi: www.jpnn.com