Menggali Lirik Wali Di'a: Warisan Budaya Etnis Manggarai NTT dalam Sorotan
28 January 2026
14:42 WIB
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Lagu daerah “Wali Di'a”, sebuah karya seni lisan yang kaya makna dari etnis Manggarai di Nusa Tenggara Timur (NTT), kini semakin mendapat perhatian. Publikasi lirik lagu ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat luas terhadap kekayaan budaya lokal. Upaya ini menjadi penting dalam menjaga agar warisan tak benda tersebut tidak lekang oleh zaman dan terus dikenal oleh generasi mendatang. “Wali Di'a” bukan hanya sekadar melodi, melainkan cerminan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Etnis Manggarai, yang mendiami wilayah barat Pulau Flores, memang dikenal memiliki tradisi budaya yang sangat kuat dan beragam. Musik, tarian, dan lagu daerah memegang peranan sentral dalam setiap sendi kehidupan masyarakatnya, mulai dari upacara adat hingga ekspresi sehari-hari. “Wali Di'a” adalah salah satu representasi dari kekayaan tersebut, yang kerap dilantunkan dalam berbagai kesempatan. Kehadiran liriknya yang kini mudah diakses diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk menyelami kedalaman filosofi di baliknya.
Lagu-lagu daerah seperti “Wali Di'a” seringkali berfungsi sebagai media pembelajaran informal, mengisahkan sejarah, legenda, atau nasihat hidup yang relevan bagi komunitas. Liriknya seringkali mengandung metafora dan simbolisme yang kaya, mencerminkan hubungan erat antara manusia dengan alam serta nilai-nilai komunal. Mempelajari lirik tersebut adalah cara efektif untuk memahami pandangan dunia dan etos kerja masyarakat Manggarai. Ini juga membantu pelestarian bahasa lokal yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya.
Publikasi lirik “Wali Di'a” ini juga menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar dalam upaya melestarikan dan mendokumentasikan warisan budaya Indonesia. Di era digital ini, ketersediaan materi budaya secara daring menjadi krusial untuk menjangkau audiens yang lebih luas, termasuk generasi muda yang cenderung akrab dengan platform digital. Dengan demikian, lagu daerah tidak hanya terkurung dalam lingkup komunitas asalnya, tetapi dapat dinikmati dan dipelajari oleh siapapun yang tertarik. Langkah ini merupakan kontribusi nyata dalam memastikan keberlanjutan tradisi lisan.
Selain itu, inisiatif seperti ini juga dapat memicu minat penelitian akademis terhadap lagu-lagu daerah dan konteks sosiokulturalnya. Analisis terhadap lirik “Wali Di'a” bisa mengungkapkan pola-pola bahasa, struktur naratif, dan nilai-nilai sosial yang tertanam di dalamnya. Hal ini akan memperkaya khazanah pengetahuan tentang kebudayaan Manggarai secara lebih mendalam dan komprehensif. Diharapkan akan muncul lebih banyak kajian yang mendokumentasikan serta menganalisis kekayaan seni tradisional Indonesia.
Langkah untuk menyajikan lirik lagu “Wali Di'a” secara luas merupakan upaya kolektif yang patut diapresiasi dalam menjaga api kebudayaan tetap menyala. Ini bukan hanya tentang sebuah lagu, tetapi tentang identitas, sejarah, dan masa depan warisan etnis Manggarai. Dengan adanya akses terhadap lirik ini, diharapkan semakin banyak pihak yang terinspirasi untuk turut serta melestarikan serta mengembangkan seni dan budaya daerah di seluruh Nusantara. Melalui seni, kita dapat terus merayakan keberagaman dan kekayaan Indonesia.