News
Setahun Kiprah Danantara: Saham BUMN Big Caps Perbankan dan Nikel Pimpin Rekomendasi Analis
26 February 2026
11:27 WIB
sumber gambar : images.bisnis.com
Genap satu tahun sejak peluncurannya, program Danantara yang bertujuan memacu transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjukkan dampak positif signifikan terhadap kinerja dan prospek perusahaan pelat merah. Sentimen positif ini tercermin dari rekomendasi para analis pasar modal yang secara konsisten menempatkan saham-saham BUMN, khususnya dari kategori big caps, sebagai pilihan investasi menarik. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menjadi primadona dengan rekomendasi akumulasi yang kuat. Tak kalah menarik, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) juga menonjol di sektor energi, didukung oleh prospek cerah hilirisasi nikel yang terus berkembang. Keberadaan Danantara telah sukses menciptakan ekosistem BUMN yang lebih efisien dan kompetitif di mata investor.
Dominasi saham perbankan BUMN seperti BBRI dan BMRI bukan tanpa alasan yang kuat di mata para analis. Kedua bank raksasa ini memiliki fundamental yang kokoh, didukung oleh pangsa pasar yang besar, kualitas aset yang terjaga, serta kemampuan permodalan yang kuat untuk ekspansi. BBRI, dengan fokus pada segmen UMKM, terus menunjukkan resiliensi yang luar biasa dan kemampuan penetrasi pasar yang mendalam di seluruh pelosok negeri. Sementara itu, BMRI dikenal dengan kekuatan korporasinya dan inovasi digital yang terus mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Potensi dividen yang stabil dan valuasi yang menarik juga menjadi daya tarik utama bagi investor jangka panjang yang mencari pengembalian investasi yang konsisten.
Di luar sektor perbankan, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) muncul sebagai bintang yang bersinar terang, khususnya di tengah gelombang transisi energi global. Keunggulan ANTM terletak pada kepemilikannya atas cadangan nikel yang melimpah, mineral krusial untuk produksi baterai kendaraan listrik. Program hilirisasi nikel yang gencar digalakkan pemerintah Indonesia memberikan dorongan kuat bagi ANTM untuk meningkatkan nilai tambah produknya dari bahan mentah menjadi produk bernilai lebih tinggi. Proyek-proyek pengolahan nikel yang sedang berjalan diharapkan mampu membuka keran pendapatan baru dan memperkuat posisi ANTM di rantai pasok global. Ini menempatkan ANTM sebagai pemain kunci dalam ekosistem kendaraan listrik yang sedang tumbuh pesat.
Kehadiran Danantara dalam setahun terakhir telah memicu serangkaian transformasi struktural dan operasional di berbagai BUMN. Program ini berfokus pada peningkatan tata kelola perusahaan, efisiensi operasional, serta sinergi antar-BUMN untuk menciptakan nilai yang lebih besar. Analis melihat adanya perbaikan signifikan dalam transparansi dan akuntabilitas BUMN, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan investor. Strategi jangka panjang Danantara juga berhasil menyelaraskan tujuan bisnis BUMN dengan agenda pembangunan nasional, memastikan kontribusi yang lebih optimal terhadap perekonomian. Ini adalah faktor penting yang mendorong persepsi positif pasar terhadap saham-saham BUMN secara keseluruhan.
Selain para pemimpin pasar, beberapa BUMN lain juga menarik perhatian, meski dengan dinamika yang berbeda-beda. Saham-saham seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) di sektor telekomunikasi, serta PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) di sektor energi, tetap menjadi pertimbangan investor. Setiap perusahaan memiliki prospek unik yang dipengaruhi oleh kebijakan sektoral dan kondisi pasar. Diversifikasi portofolio investasi pada saham-saham BUMN ini dapat memberikan keseimbangan dan potensi pertumbuhan dari berbagai lini bisnis. Secara keseluruhan, daftar saham BUMN menunjukkan keragaman yang menarik bagi berbagai profil risiko investor.
Prospek investasi pada saham-saham BUMN diperkirakan tetap cerah ke depan, didukung oleh peran strategis mereka dalam perekonomian nasional dan dukungan pemerintah. Stabilitas yang ditawarkan oleh perusahaan berkapitalisasi pasar besar ini menjadikan mereka pilihan yang relatif aman di tengah volatilitas pasar. Para analis juga menyoroti potensi pertumbuhan yang berkelanjutan dari BUMN-BUMN strategis seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan adanya program Danantara, BUMN diharapkan semakin adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan bisnis global. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan inisiatif strategis BUMN yang dapat memengaruhi kinerja sahamnya.
Secara keseluruhan, peringatan satu tahun program Danantara menandai keberhasilan awal dalam mentransformasi BUMN menjadi entitas yang lebih efisien dan menarik bagi investor. Rekomendasi kuat dari para analis terhadap saham-saham perbankan seperti BBRI dan BMRI, serta potensi besar ANTM di sektor nikel, mengukuhkan posisi BUMN sebagai pilar penting pasar modal Indonesia. Keberlanjutan inisiatif Danantara akan menjadi kunci untuk menjaga momentum positif ini dan memastikan BUMN terus berkontribusi maksimal pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan prospek yang menjanjikan, saham BUMN diperkirakan akan tetap menjadi magnet bagi para pelaku pasar di masa mendatang.
Referensi:
market.bisnis.com