News

Tragedi Tambang Emas Ilegal Nanggung: 11 Tewas, Kapolda Jabar Pimpin Penyelidikan

28 January 2026
14:28 WIB
Tragedi Tambang Emas Ilegal Nanggung: 11 Tewas, Kapolda Jabar Pimpin Penyelidikan
sumber gambar : akcdn.detik.net.id
Sebuah insiden tragis menewaskan sebelas penambang emas ilegal di wilayah Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggemparkan publik. Tragedi ini segera mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian, dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, yang turun langsung ke lokasi kejadian untuk memimpin penyelidikan. Kejadian memilukan ini menambah daftar panjang risiko yang dihadapi para penambang tanpa izin, sekaligus menyoroti bahaya laten aktivitas pertambangan liar yang marak di beberapa daerah. Proses evakuasi dan identifikasi korban masih terus berlangsung di tengah medan yang sulit dan penuh tantangan.

Insiden fatal ini diperkirakan terjadi di salah satu lubang tambang ilegal yang dikenal warga sebagai 'lubang tikus' di Desa Bantar Karet, Kecamatan Nanggung, daerah yang berbatasan dengan area konsesi PT Aneka Tambang (Antam). Dugaan awal penyebab kematian para penambang adalah keracunan gas karbon monoksida, yang seringkali terakumulasi di dalam terowongan sempit tanpa ventilasi memadai. Gas mematikan ini tidak berbau dan tidak berwarna, menjadikannya ancaman tak terlihat bagi para pekerja yang mencari nafkah di bawah tanah. Sebanyak sebelas jenazah telah berhasil dievakuasi, semuanya dalam kondisi yang mengindikasikan paparan gas beracun tersebut.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan tiba di lokasi dengan rombongan pada Kamis pagi, meninjau langsung area tambang serta berkoordinasi dengan tim di lapangan. Dalam pernyataannya, Irjen Rudi menegaskan komitmen Polda Jabar untuk mengungkap tuntas penyebab insiden dan menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas operasi tambang ilegal ini. Beliau menekankan pentingnya keselamatan kerja dan perlindungan terhadap masyarakat, seraya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Kapolda juga berjanji akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang terhadap masalah pertambangan ilegal.

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri juga telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan ilmiah yang komprehensif. Mereka bertugas mengumpulkan sampel udara, tanah, dan material lain dari dalam lubang tambang guna menganalisis kandungan gas serta mencari petunjuk lain yang dapat menjelaskan kronologi kejadian. Penyelidikan ini sangat krusial untuk memastikan penyebab pasti kematian dan juga untuk menjadi dasar penegakan hukum. Area kejadian telah dipasangi garis polisi (police line) untuk menjaga keaslian lokasi kejadian dari kemungkinan kontaminasi bukti.

Proses evakuasi korban yang tewas di dalam lubang tambang berjalan penuh kehati-hatian, melibatkan tim gabungan dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan relawan setempat. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah para korban dibawa ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Keluarga korban yang berdatangan ke posko operasi terlihat syok dan berduka atas kehilangan orang-orang terkasih mereka. Pemerintah daerah berjanji akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban, termasuk bantuan untuk proses pemakaman.

Tragedi ini kembali membuka mata publik tentang bahaya laten penambangan emas ilegal yang telah menjadi masalah menahun di wilayah Bogor dan sekitarnya, khususnya di kawasan Pongkor. Selain risiko kecelakaan kerja seperti longsor dan keracunan gas, aktivitas ini juga menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, termasuk pencemaran air dan tanah akibat penggunaan merkuri serta bahan kimia berbahaya lainnya. Aparat penegak hukum seringkali kesulitan memberantas tuntas praktik ini karena sifatnya yang tersembunyi dan melibatkan banyak pihak dengan motif ekonomi yang kuat.

Kapolda Jabar Irjen Pol. Rudi Setiawan menegaskan kembali bahwa operasi penertiban tambang emas ilegal akan terus digencarkan sebagai respons atas kejadian ini. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait akan diperkuat untuk mencari solusi komprehensif, tidak hanya penindakan hukum tetapi juga pembinaan dan pencarian alternatif mata pencarian bagi masyarakat. Edukasi tentang bahaya pertambangan ilegal juga akan menjadi fokus utama agar tidak ada lagi nyawa melayang sia-sia di lubang-lubang maut.

Insiden tragis di Nanggung ini menjadi pengingat pahit akan harga mahal dari aktivitas ilegal dan kurangnya pengawasan terhadap sektor pertambangan rakyat. Kehilangan sebelas nyawa adalah kerugian besar yang harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik penegak hukum, pemerintah, maupun masyarakat luas. Diharapkan, penyelidikan yang tuntas dan langkah-langkah preventif yang efektif dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang, demi melindungi warga dari bahaya laten tambang emas ilegal yang mengintai.

Penyelidikan akan terus difokuskan untuk mencari tahu siapa otak di balik operasi tambang ilegal ini, serta mengidentifikasi pemilik modal yang membiayai aktivitas berbahaya tersebut. Penegakan hukum yang tegas terhadap para cukong tambang ilegal menjadi kunci untuk memutus mata rantai praktik ilegal yang merugikan negara, merusak lingkungan, dan mengancam nyawa. Ini adalah tugas bersama untuk memastikan keadilan bagi para korban dan menjamin keselamatan masyarakat dari ancaman tambang ilegal yang terus membayangi. Dimana posko operasi terus siaga untuk segala informasi terbaru.

Referensi: news.detik.com