News

Kenaikan Harga Emas Antam: Logam Mulia 1 Gram Sentuh Rp2,9 Juta di Awal Pekan 26 Januari 2026

28 January 2026
14:47 WIB
Kenaikan Harga Emas Antam: Logam Mulia 1 Gram Sentuh Rp2,9 Juta di Awal Pekan 26 Januari 2026
sumber gambar : cloud.jpnn.com
Harga emas dan perak yang dipasarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan pada Senin, 26 Januari 2026. Kenaikan ini menarik perhatian investor dan pelaku pasar logam mulia di seluruh Indonesia. Tercatat, satu gram logam mulia Antam kini berada di angka Rp2.924.293 setelah memperhitungkan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,25 persen. Fluktuasi harga komoditas ini senantiasa menjadi sorotan utama, mengingat perannya sebagai instrumen investasi yang diminati banyak kalangan. Pasar tampak merespons dinamika ekonomi global dengan penyesuaian harga yang strategis.

Rincian harga yang dirilis oleh Antam menunjukkan bahwa nilai jual emas batangan mengalami peningkatan yang cukup substansial dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Khusus untuk berat 1 gram, harga yang harus dibayarkan pembeli mencapai Rp2.924.293, sudah termasuk pungutan PPh sebesar 0,25 persen sesuai ketentuan yang berlaku. PPh ini diterapkan pada setiap transaksi penjualan emas, memastikan kepatuhan terhadap regulasi perpajakan yang ditetapkan pemerintah. Kenaikan ini juga diperkirakan berlaku untuk berbagai denominasi emas Antam lainnya, mulai dari pecahan terkecil hingga terbesar, mencerminkan pergerakan pasar secara menyeluruh. Investor perlu memperhatikan detail ini saat melakukan pembelian atau penjualan.

Beberapa faktor global diyakini menjadi pendorong utama di balik melambungnya harga emas dan perak pada perdagangan awal pekan ini. Ketidakpastian ekonomi global, potensi inflasi yang terus membayangi, serta ketegangan geopolitik di beberapa wilayah dunia kerap menjadikan emas sebagai aset safe-haven pilihan. Selain itu, fluktuasi nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara turut memengaruhi daya tarik logam mulia ini. Investor cenderung beralih ke emas dan perak sebagai lindung nilai terhadap risiko pasar yang lebih tinggi, sehingga permintaan secara otomatis meningkat. Kondisi makroekonomi global berperan vital dalam menentukan arah pergerakan harga komoditas berharga ini.

PT Aneka Tambang Tbk atau Antam memegang peranan krusial sebagai salah satu produsen dan distributor utama logam mulia di Indonesia. Harga yang ditetapkan Antam seringkali menjadi acuan bagi pasar domestik, baik untuk investasi perorangan maupun institusi. Transparansi dalam penetapan harga, termasuk rincian PPh, menunjukkan komitmen Antam dalam menjaga kepercayaan konsumen dan memastikan kepatuhan regulasi. Kehadiran Antam dalam ekosistem investasi emas memberikan stabilitas dan kemudahan akses bagi masyarakat yang ingin berinvestasi pada komoditas berharga ini. Pergerakan harga dari Antam selalu menjadi indikator penting bagi kesehatan pasar logam mulia nasional.

Bagi para investor, kenaikan harga emas dan perak hari ini dapat dilihat sebagai sinyal positif terhadap potensi keuntungan investasi jangka panjang. Emas, khususnya, telah lama diakui sebagai penyimpan nilai yang handal, mampu mempertahankan daya belinya di tengah gejolak ekonomi. Perak juga menawarkan prospek investasi yang menarik, tidak hanya sebagai logam mulia tetapi juga karena permintaannya yang tinggi di sektor industri. Kendati demikian, penting bagi investor untuk melakukan analisis mendalam dan mempertimbangkan tujuan investasi pribadi sebelum mengambil keputusan. Memantau tren pasar, memahami risiko yang melekat, serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan adalah langkah bijak dalam mengelola portofolio investasi logam mulia.

Dengan demikian, kenaikan harga emas dan perak Antam pada Senin, 26 Januari 2026, yang menempatkan 1 gram emas pada angka Rp2.924.293, menjadi penanda dinamika pasar komoditas yang terus bergerak. Peristiwa ini menggarisbawahi peran krusial logam mulia sebagai pilihan investasi di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Investor diharapkan tetap cermat dan responsif terhadap setiap perubahan harga serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pasar logam mulia akan selalu menarik untuk dicermati, mengingat sensitivitasnya terhadap kondisi ekonomi dan geopolitik dunia yang selalu berubah. Keputusan investasi yang tepat akan sangat bergantung pada pemahaman komprehensif terhadap pergerakan pasar.

Referensi: jabar.jpnn.com