News

Pengusaha Bus Sekolah Hilir Perak Usulkan Kenaikan Tarif Hingga RM20 Akibat Membengkaknya Biaya Operasional

3 February 2026
09:38 WIB
Pengusaha Bus Sekolah Hilir Perak Usulkan Kenaikan Tarif Hingga RM20 Akibat Membengkaknya Biaya Operasional
sumber gambar : utusan.com
TELUK INTAN – Persatuan Pengusaha Bas Sekolah Hilir Perak secara resmi mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif layanan transportasi mereka antara RM10 hingga RM20 per siswa. Keputusan mendesak ini diambil menyusul beban operasional yang terus meningkat, terutama terkait dengan biaya suku cadang dan upah pemeliharaan kendaraan. Ketua persatuan, P. N. Selvaraju, menyatakan bahwa usulan ini merupakan hasil kesepakatan kolektif dari 20 anggotanya yang merasakan dampak langsung dari lonjakan harga komponen kendaraan. Langkah ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan operasional serta kualitas layanan bus sekolah yang vital bagi komunitas.

Pembengkakan biaya operasional menjadi alasan utama di balik proposal kenaikan tarif ini. Harga berbagai komponen esensial bus seperti ban, aki, oli mesin, dan suku cadang lainnya terus menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, biaya upah untuk jasa perbaikan dan pemeliharaan rutin juga mengalami kenaikan, menambah tekanan finansial bagi para pengusaha. Kondisi ini membuat margin keuntungan pengusaha semakin menipis, bahkan mengancam kelangsungan bisnis mereka jika tidak ada penyesuaian tarif. Pemeliharaan kendaraan yang cermat dan tepat waktu sangat penting untuk menjamin keselamatan siswa, sehingga biaya ini tidak bisa diabaikan begitu saja.

Selvaraju menjelaskan bahwa keputusan ini tidak diambil secara tergesa-gesa, melainkan melalui serangkaian diskusi mendalam di antara anggota persatuan. Sebanyak 20 pengusaha yang beroperasi di wilayah Hilir Perak telah sepakat bahwa kenaikan tarif adalah satu-satunya jalan untuk mempertahankan standar layanan dan memastikan armada bus tetap layak jalan. Mereka telah berjuang menghadapi kenaikan harga selama beberapa waktu, namun situasi saat ini telah mencapai titik kritis. Para pengusaha berharap bahwa penyesuaian tarif ini dapat membantu menutupi biaya yang meningkat dan mencegah potensi kerugian lebih lanjut, demi menjaga agar tidak ada layanan yang terhenti.

Proposal kenaikan tarif ini tentu akan menimbulkan beragam reaksi, terutama dari pihak orang tua siswa yang merupakan pengguna utama layanan ini. Kenaikan biaya transportasi sekolah dapat menambah beban finansial bagi keluarga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang saat ini. Oleh karena itu, komunikasi yang transparan dan penjelasan yang memadai dari pihak persatuan kepada orang tua sangatlah krusial. Memahami alasan di balik kenaikan ini diharapkan dapat mengurangi kekhawatiran dan memupuk pengertian dari komunitas. Para pengusaha berharap orang tua dapat memahami dilema yang mereka hadapi dalam upaya menjaga kualitas layanan yang aman dan andal.

Pihak persatuan juga diharapkan akan segera berdialog dengan pemangku kepentingan terkait, termasuk perwakilan pemerintah daerah atau kementerian yang membawahi sektor transportasi dan pendidikan. Keterlibatan pemerintah sangat penting untuk mencari solusi yang adil dan seimbang bagi semua pihak yang terlibat. Kemungkinan diskusi tentang subsidi atau bentuk bantuan lain yang dapat meringankan beban pengusaha maupun orang tua siswa perlu dipertimbangkan. Regulasi yang jelas mengenai penyesuaian tarif transportasi publik, termasuk bus sekolah, akan menjadi panduan penting dalam proses ini. Kerjasama antara semua pihak diharapkan dapat menciptakan ekosistem transportasi sekolah yang berkelanjutan dan terjangkau.

Kondisi serupa tidak hanya dialami oleh pengusaha bus sekolah di Hilir Perak, melainkan juga merupakan cerminan tekanan ekonomi yang lebih luas yang dirasakan oleh sektor transportasi di seluruh negeri. Kenaikan harga bahan bakar, suku cadang, dan biaya tenaga kerja adalah tantangan universal yang dihadapi banyak operator angkutan umum. Tanpa penyesuaian yang proporsional, banyak bisnis transportasi berisiko tidak dapat bertahan, yang pada akhirnya akan berdampak negatif pada layanan publik. Penyesuaian tarif seringkali menjadi respons alami terhadap dinamika pasar dan inflasi yang terus bergerak naik. Oleh karena itu, isu ini memerlukan perhatian serius dan solusi komprehensif dari berbagai pihak.

Menilik ke depan, Persatuan Pengusaha Bas Sekolah Hilir Perak berkomitmen untuk terus menyediakan layanan transportasi yang aman dan efisien bagi para siswa. Usulan kenaikan tarif ini, meskipun sulit, dianggap sebagai langkah yang tidak terhindarkan demi kelangsungan operasional mereka. Para pengusaha berharap adanya pemahaman dan dukungan dari masyarakat serta pihak berwenang terkait dengan situasi yang mereka hadapi. Mereka berencana untuk mengajukan proposal resmi dan berharap dapat mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Keberlangsungan layanan bus sekolah adalah investasi penting bagi masa depan pendidikan anak-anak di Hilir Perak, dan semua pihak memiliki peran untuk memastikan hal tersebut terjaga.

Referensi: www.utusan.com.my