Sinergi Pusat-Daerah: Menteri ATR/BPN Apresiasi Kinerja Pemprov Jateng, Revitalisasi Lahan Pertanian Jadi Prioritas
9 March 2026
14:04 WIB
sumber gambar : mediaindonesia.gumlet.io
SEMARANG – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Apresiasi ini secara khusus menyoroti komitmen dan langkah konkret Pemprov Jateng dalam mendukung program strategis nasional, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan pertanahan dan tata ruang. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kunjungan kerja resmi, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Fokus utama dari pujian Menteri Nusron adalah upaya serius Pemprov Jateng dalam revitalisasi lahan pertanian, sebuah langkah krusial demi menjaga ketahanan pangan nasional.
Kinerja gemilang yang ditunjukkan oleh Pemprov Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir dinilai telah memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas agraria di wilayah tersebut. Menteri Nusron Wahid menggarisbawahi efektivitas program-program yang telah berjalan, termasuk dalam aspek pendaftaran tanah, penyelesaian sengketa, hingga penataan aset. Kolaborasi yang erat antara Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah dengan pemerintah daerah juga menjadi kunci keberhasilan, menciptakan ekosistem pengelolaan pertanahan yang lebih terstruktur dan berkeadilan. Keberhasilan ini menjadi contoh nyata bagaimana koordinasi yang baik dapat mengakselerasi pembangunan daerah.
Revitalisasi lahan pertanian menjadi agenda prioritas yang sangat ditekankan oleh Kementerian ATR/BPN, sejalan dengan visi pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan. Program revitalisasi ini tidak hanya terbatas pada peningkatan produktivitas lahan tidur atau lahan kurang produktif, namun juga meliputi modernisasi sistem irigasi dan penguatan kepastian hukum atas hak tanah petani. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian secara berkelanjutan, sekaligus melindungi lahan produktif dari ancaman alih fungsi yang masif. Investasi dalam teknologi pertanian dan pendampingan bagi petani juga menjadi bagian integral dari strategi revitalisasi ini.
Lebih lanjut, inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil panen dan efisiensi biaya produksi. Dengan lahan yang terkelola lebih baik dan dukungan infrastruktur yang memadai, petani diharapkan dapat lebih berdaya saing di pasar lokal maupun nasional. Upaya revitalisasi juga mencakup penyediaan data pertanahan yang akurat untuk perencanaan tata ruang yang lebih baik, memastikan bahwa zona pertanian tetap terjaga fungsinya. Perlindungan terhadap lahan abadi untuk pertanian pangan menjadi fokus utama agar ketersediaan pangan di masa depan dapat terjamin.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik apresiasi dan arahan dari Menteri ATR/BPN, menyatakan komitmen untuk terus memperkuat implementasi program-program revitalisasi lahan pertanian. Pemprov bertekad untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan agenda nasional demi mencapai target-target pembangunan agraria dan pertanian. Kesiapan perangkat daerah dan partisipasi aktif masyarakat petani akan menjadi modal utama dalam merealisasikan tujuan mulia ini. Kolaborasi lintas sektor akan diintensifkan guna memastikan program berjalan optimal dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat luas.
Kementerian ATR/BPN akan terus memantau perkembangan dan memberikan dukungan teknis yang diperlukan bagi Pemprov Jawa Tengah dalam menjalankan program revitalisasi. Diharapkan, langkah ini akan menjadi motor penggerak bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia untuk lebih serius dalam menjaga dan mengembangkan sektor pertanian. Pada akhirnya, upaya kolektif ini akan bermuara pada penguatan ketahanan pangan nasional, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup seluruh masyarakat. Sinergi yang kokoh antara pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam mencapai cita-cita pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.