News

Siswa Kelas VII Didorong Diskusi Kritis Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka

28 January 2026
11:42 WIB
Siswa Kelas VII Didorong Diskusi Kritis Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka
sumber gambar : asset.tribunnews.com
Jakarta, 13 Januari 2026 – Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa kelas 7 terus mengedepankan pendekatan interaktif di bawah naungan Kurikulum Merdeka. Salah satu tugas yang menjadi sorotan adalah pada halaman 116, di mana siswa diminta untuk menjawab empat pertanyaan berdasarkan transkrip berita. Aktivitas ini secara khusus menekankan pentingnya diskusi mendalam bersama teman dan guru, sebagaimana direkomendasikan dalam panduan belajar terkini.

Kurikulum Merdeka memang dirancang untuk mendorong kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan kemandirian siswa dalam proses belajar. Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuannya dalam berbagai konteks. Dengan berdiskusi, siswa diharapkan dapat menggali pemahaman yang lebih kaya dan komprehensif terkait topik yang dibahas.

Tugas di halaman 116 ini secara spesifik melibatkan analisis terhadap sebuah transkrip berita, sebuah metode yang sangat relevan untuk mengembangkan literasi media siswa. Melalui empat pertanyaan yang diajukan, siswa dilatih untuk mengidentifikasi informasi kunci, menyimpulkan makna, serta mengevaluasi isi berita dengan cermat. Kemampuan ini sangat krusial dalam menghadapi arus informasi yang deras di era digital saat ini.

Keberadaan kunci jawaban yang disediakan oleh berbagai sumber, termasuk Tribun News, berfungsi sebagai alat bantu belajar, bukan sekadar solusi akhir. Kunci jawaban ini seyogianya digunakan sebagai pembanding dan pemicu diskusi yang konstruktif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa siswa tidak hanya menyalin jawaban, melainkan memahami proses penalaran dan konsep di baliknya secara menyeluruh.

Proses diskusi dengan teman sebaya menawarkan kesempatan bagi siswa untuk mendengar perspektif yang berbeda, menguji pemahaman mereka sendiri, dan belajar dari kesalahan bersama. Sementara itu, keterlibatan guru dalam diskusi menjadi krusial untuk memberikan arahan, meluruskan miskonsepsi, serta memperdalam analisis siswa. Interaksi semacam ini membentuk lingkungan belajar yang dinamis dan suportif.

Analisis transkrip berita juga menjadi medium efektif untuk melatih keterampilan berbahasa Indonesia yang holistik. Siswa belajar mengidentifikasi unsur-unsur kebahasaan dalam konteks berita, memahami gaya penulisan jurnalistik, hingga mengembangkan kemampuan menyarikan informasi. Ini merupakan bekal berharga tidak hanya untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga untuk seluruh aspek kehidupan akademik dan profesional mereka kelak.

Dengan demikian, fokus pada diskusi dan analisis dalam mengerjakan tugas Bahasa Indonesia kelas 7 halaman 116 adalah manifestasi nyata dari filosofi Kurikulum Merdeka. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk mencapai target nilai, melainkan untuk menumbuhkan pembelajar seumur hidup yang cakap dalam bernalar, berkomunikasi, dan berkolaborasi. Partisipasi aktif dalam diskusi menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.

Referensi: sumsel.tribunnews.com