Warga Pedalaman Kinabatangan Arungi Sungai Berisiko Demi Tunaikan Hak Demokrasi
28 January 2026
14:39 WIB
sumber gambar : assets.bharian.com
KINABATANGAN, 24 Januari 2026 – Tekad kuat untuk menunaikan tanggungjawab demokrasi mengatasi segala rintangan bagi sejumlah penduduk Kampung Bilit Seberang di Kinabatangan hari ini. Meskipun harus berdepan dengan perjalanan sungai yang berisiko tinggi dan kekangan pengangkutan bot yang mencabar, mereka tetap gigih untuk keluar mengundi dalam Pilihan Raya Kecil (PRK) Parlimen Kinabatangan dan Dewan Undangan Negeri (DUN) Lamag. Kisah pengorbanan ini menyoroti semangat tidak berbelah bahagi warga pedalaman dalam menyuarakan hak mereka. Dedikasi luar biasa ini menjadi cerminan komitmen mendalam terhadap proses pemilihan umum di Malaysia. Tindakan mereka adalah bukti nyata bahwa setiap suara itu penting, tidak peduli seberapa sulit jalannya.
Perjalanan menyeberangi Sungai Kinabatangan bukanlah suatu perkara mudah, apatah lagi dalam kondisi mendesak untuk sampai ke pusat mengundi. Arus sungai yang seringkali deras dan tidak menentu, ditambah dengan kemungkinan kehadiran batang kayu hanyut serta serangga berbahaya, menambah daftar risiko yang harus ditanggung. Keterbatasan jumlah bot yang beroperasi serta kos pengangkutan yang tinggi juga menjadi beban tersendiri bagi penduduk. Seringkali, penduduk harus menunggu lama atau berkongsi bot yang padat demi menjimatkan belanja dan masa. Kesulitan logistik ini merupakan realiti harian yang harus dihadapi oleh komuniti di kawasan terpencil seperti Kampung Bilit Seberang.
Namun, di sebalik segala kesukaran tersebut, semangat untuk memilih pemimpin yang akan mewakili suara mereka tetap berkobar-kobar dalam diri setiap warga. Bagi mereka, setiap undi adalah harapan untuk perubahan, pembangunan, dan masa depan yang lebih baik bagi kampung mereka. Kepercayaan terhadap sistem demokrasi menjadi pendorong utama, meyakinkan mereka bahwa partisipasi aktif adalah kunci untuk memastikan kepentingan komuniti mereka didengarkan. Mereka memahami betul bahwa pilihan raya adalah platform utama untuk menyuarakan aspirasi dan membentuk arah tuju daerah. Tekad untuk tidak membiarkan satu undian pun terbuang adalah bukti nyata patriotisme lokal yang kuat.
Untuk mengatasi hambatan transportasi, para penduduk seringkali bergotong-royong mengatur perjalanan mereka, termasuk menyewa bot secara kolektif atau menumpang dengan sanak saudara yang memiliki perahu. Beberapa warga terlihat bersiap sejak awal pagi, memastikan mereka punya cukup waktu untuk mencapai pusat mengundi sebelum petang. Pengaturan ini menunjukkan kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dan berkolaborasi demi tujuan bersama. Bahkan ada yang meminta izin "adu-adu" atau bergegas menyeberang sungai, menandakan urgensi dan pentingnya agenda mereka. Usaha kolektif ini menggambarkan solidaritas yang tinggi dalam kalangan komuniti terpencil ini.
Pilihan Raya Kecil Parlimen Kinabatangan dan DUN Lamag ini memiliki arti penting, terutama bagi konstituen di kawasan pedalaman seperti Kampung Bilit Seberang. Isu-isu seperti infrastruktur jalan raya yang lebih baik, akses kepada kemudahan kesihatan dan pendidikan, serta peluang ekonomi yang adil sering menjadi perhatian utama para pengundi. Calon-calon yang bertanding diharapkan mampu membawa perubahan positif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Undian yang dicurahkan oleh penduduk yang berani menempuh risiko ini mencerminkan harapan besar mereka terhadap wakil rakyat yang akan dipilih. Ini bukan sekadar memilih, tetapi juga menyuarakan harapan untuk kemajuan wilayah mereka secara holistik.
Kisah warga Kampung Bilit Seberang ini bukan hanya sekadar laporan berita, tetapi juga sebuah narasi tentang ketahanan dan komitmen yang patut dicontohi. Ia menggarisbawahi bahwa di balik statistik dan angka pemilihan, terdapat cerita-cerita perjuangan individu dan komuniti yang luar biasa. Dedikasi mereka harus menjadi inspirasi bagi semua lapisan masyarakat untuk tidak memandang remeh hak dan tanggungjawab sebagai pengundi. Tindakan heroik mereka mengingatkan kita akan nilai fundamental dari setiap suara dalam sebuah negara demokrasi. Keuletan ini menunjukkan bahwa semangat demokrasi di Malaysia tetap menyala, bahkan di pelosok paling terpencil sekalipun.
Secara keseluruhan, perjalanan berisiko yang ditempuh oleh penduduk Kampung Bilit Seberang demi menunaikan kewajipan mengundi adalah testimoni kuat terhadap nilai demokrasi yang mereka pegang teguh. Ia membuktikan bahwa tantangan geografis dan logistik tidak mampu memadamkan semangat partisipasi warga dalam menentukan nasib bangsa. Komitmen ini tidak hanya memperkaya proses demokrasi negara, tetapi juga mengirimkan pesan jelas tentang pentingnya suara setiap individu. Kisah ini akan tetap menjadi pengingat abadi tentang keberanian dan dedikasi rakyat Malaysia dalam menjalankan hak konstitusional mereka. Justeru, setiap tetes keringat dan risiko yang diambil adalah investasi berharga untuk masa depan yang lebih baik.